Berkunjung ke ISI, Mbak Puan Ingatkan Bahaya Globalisasi

Jumat, 29 April 2016 – 18:38 WIB
Menko PMK Puan Maharani saat meresmikan pada peresmian Gedung Labor Kerohanian dan UKM Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang di Sumatera Barat, Jumat (29/4). Foto: Kemenko PMK for JPNN.Com

jpnn.com - JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani mengkhawatirkan bahaya globalisasi dan liberalisasi yang menggerus nilai-nilai luhur bangsa. Ia mengatakan, ada produk budaya asing yang mengeksploitasi kemanusiaan, bermuatan pornografi, demoralisasi dan dekonstruksi sosial.

Puan mengatakan hal itu saat menyampaikan kata sambutan pada peresmian Gedung Labor Kerohanian dan UKM Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang, Jumat (29/4). Menurutnya, Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) yang dicanangkan pemerintahan Presiden Joko Widodo merupakan salah satu upaya untuk menangkal gempuran globalisasi dan liberalisasi yang membawa ekses negatif.

BACA JUGA: Kebobolan di Ibu Kota, Gerindra Pertanyakan Kinerja Dirjen Imigrasi

Karenanya, Puan mengharapkan ISI Padang Panjang menghasilkan pribadi-pribadi berkarakter di bidang seni dan budaya. “Proses pendidikan harus selaras dalam membentuk kualitas pribadi dan warga negara yang berkarakter,” katanya.

Terlihat hadir mendampingi Puan dalam kesempatan itu antara lain Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN)  Surya Candra Surapatti, Wakil Gubernur Sumbar Narsul Abit dan Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis. Lebih lanjut Puan mengatakan, perguruan tinggi yang sebelumnya bernama Akademi Seni Karawitan Indonesia (ASKI) Padang Panjang itu punya peran strategis dalam memperkuat kepribadian bangsa.

BACA JUGA: Aneh, Fraksi-fraksi Ternyata Belum Sepakat

Harapannya, ISI Padang Panjang bisa menjadi pelopor GNRM di bidang seni dan budaya. “Saya harapkan ISI Padang Panjang menjadi kampus yang terdepan dalam melaksanakan Revolusi Mental, dengan mewujudkan kampus ISI sebagai kampus yang mengembangkan seni yang membangun dan memuliakan martabat kemanusiaan," katanya.

Usai meresmikan gedung, Puan lantas meninjau pameran kebudayaan dan menikmati tarian adat setempat. Politikus PDI Perjuangan itu juga menyaksikan proses menenun 20 motif songket.

BACA JUGA: Tangerang Nine di Ambang Hukuman Mati, Kapan?

Menurut Puan, songket motif Minangkabau punya ciri khusus. Karenanya, kekayaan budaya itu harus dilindungi agar tidak diklaim negara lain.
 
"Segera dipatenkan, jangan sampai ada negara lain mengklaim itu milik mereka. Saat ini pemerintah sudah mendorong seluruh hak paten bisa dipercepat regulasinya," pintanya di hadapan Rektor ISI Padang Panjang Novesar Jamarun.(rmo/jpg/ara/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pangkolinlamil Mendadak Kumpulkan Prajuritnya


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler