Bermotif Perempuan, Oknum TNI Ini Sekarat Dibacoki Preman

Rabu, 25 Maret 2015 – 11:05 WIB

jpnn.com - MEDAN - Seorang oknum anggota TNI AD berinisial Prada S, babak belur dihajar sejumlah preman di kawasan Jalan Razak, Medan Petisah, tak jauh dari Diskotek Super, Rabu (25/3) pagi pukul 06.00 WIB. Akibatnya, oknum aparat tersebut mengalami beberapa luka bacokan dan memar di tubuhnya. 

Beruntung, korban cepat mendapat pertolongan dan dilarikan ke rumah sakit.
Menurut keterangan yang diperoleh, penyerangan terhadap Prada S tersebut bermotif perempuan. Disebut-sebut Prada S tak membayar jasa wanita penghibur yang menemaninya berjoget di diskotik tersebut.

BACA JUGA: Guru Buang Celana Siswa ke Sungai

Awalnya, Prada S tengah berada di Diskotik Super sejak tengah malam hingga pagi hari. Entah kenapa, diduga karena tak membayar upah jasa teman wanitanya, terjadi keributan. Saat itu juga, Prada S pun keluar dari diskotek tersebut untuk melarikan diri.

Melihat itu, sejumlah preman yang berada di depan diskotik mengejar Prada S yang berlari ke Jalan Razak. Ada yang berlari dan ada juga yang menggunakan sepeda motor sambil membawa senjata tajam.

BACA JUGA: Istri Anggota Dewan Ini Gantung Diri saat Suami Kunker

Pengejaran tersebut berhasil dan menangkapnya di kawasan Jalan Razak. Tanpa basa-basi, mereka langsung menghajar Prada S dengan senjata tajam dan benda tumpul. Akibatnya, Prada S pun terkapar di lokasi. Melihat oknum aparat itu sudah tak berdaya, sejumlah preman itupun melarikan diri.

Warga yang melihat kejadian itu melaporkannya kepada petugas Polsek Medan Baru. Petugas pun menuju lokasi dan menemukan Prada S dalam kondisi berlumuran darah. Selanjutnya, petugas membawa Prada S ke RS Bhayangkara Medan untuk mendapatkan perawatan intensif.

BACA JUGA: Jubir Agung: Jangan Paksa Kami Lakukan Pemecatan

Petugas kemudian menghubungi kerabat Prada S dan tak berapa lama datang seorang rekannya bermarga Tambunan ke rumah sakit tersebut. Setelah itu, Prada S dirujuk ke RS Sembiring Delitua atas permintaan rekannya.

Kanit Reskrim Polsek Medan Baru, Iptu Oscar S Setjo mengatakan, pihaknya masih mendalami kasus penganiayaan terhadap oknum anggota TNI AD tersebut. Oscar mengaku belum bisa memastikan, apakah motif pengeroyokan tersebut disebabkan karena tak membayar jasa wanita yang menemaninya berjoget.

Sementara, Kepala Penerangan Daerah Militer (Kapendam) I Bukit Barisan Letkol Enoh Solehuddin mengaku belum mendapat informasi terkait peristiwa yang dialami Prada S. "Saya baru tahu informasi ini. Kalau begitu akan saya selidiki. Jika ada informasi terbaru nanti akan saya kabarkan," ujar Enoh via selulernya, Rabu (25/3) sore. (ris/adz/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kisah Istri Membuntuti Suami Berduaan dengan Selingkuhan di Mobil


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler