Bertemu Ratusan Pengusaha, Ganjar Beber Ikhtiarnya Jaga Ekonomi & Iklim Usaha Jateng

Jumat, 08 September 2023 – 06:06 WIB
Ganjar Pranowo yang mengakhiri masa tugasnya sebagai gubernur Jawa Tengah (Jateng) pada Selasa (5/9) menghadiri Farewell Meet Up di Hotel Syailendra, Semarang, Kamis (7/9) malam. Foto: supplied for JPNN.com

jpnn.com, SEMARANG - Ganjar Pranowo yang telah mengakhiri masa tugasnya sebagai gubernur Jawa Tengah (Jateng) menghadiri perpisahan dengan para pengusaha di Kota Semarang pada Kamis (7/9) malam.

Dalam acara bertitel Farewell Meet Up yang dilaksanakan di Hotel Syailendra itu, Ganjar menceritakan pengalamannya memimpin Jateng, terutama dalam mendorong sektor bisnis dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

BACA JUGA: Ganjar Pranowo Memiliki Modal Sosial yang Kuat, Ini Buktinya

Ganjar menuturkan dirinya sebelum menjadi gubernur Jateng sudah memperoleh informasi tentang keluhan dan keinginan para pengusaha.

“Terus kawan-kawan pengusaha memberi masukan pada periode pertama saya jadi gubernur," ujar Ganjar di acara yang dipandu komedian kondang Lies Hartono alias Cak Lontong tersebut.

BACA JUGA: Cerita Tahu Bakso Udang Semarangan Masuk Lapak Ganjar, Tak Disangka

Selama sekitar 90 menit, mantan gubernur yang kini menjadi bakal capres untuk Pilpres 2024 itu menceritakan pengalamannya menjaga iklim usaha, mengembangkan UMKM, mendorong penegakan hukum, dan menghadapi persoalan perizinan.

Menurut Ganjar, masukan para pengusaha mendorongnya melahirkan inovasi tata kelola pemerintahan, terutama untuk pengembangan ekonomi di Jateng.

BACA JUGA: Pertumbuhan Ekonomi Jateng Dinilai Stabil Selama Kepemimpinan Ganjar, Angka Kemiskinan Turun

Begitu mulai menjadi gubernur Jateng pada Agustus 2013, Ganjar langsung mendorong kemudahan perizinan, kepastian berusaha, dan menciptakan suasana kondusif bagi investasi.

Langkah itu membuat Jateng menjadi incaran investor. “Muncul kawasan industri dan ada perusahaan relokasi ke Jawa Tengah," tuturnya di acara yang dihadiri ratusan pengusaha itu.

Namun, Ganjar juga menghadapi masa-masa sulit ketika pandemi Covid-19 mendera. Banyak sektor ekonomi lumpuh karena adanya pembatasan aktivitas masyarakat.

Ganjar pun memutar otak untuk mempertahankan perekonomian Jateng, salah satunya dengan menjaga UMKM tetap tumbuh.

Tokoh yang aktif di medsos itu pun menggagas Lapak Ganjar, sebuah platform daring untuk mempromosikan berbagai produk UMKM, seperti furnitur, kerajinan, makanan, minuman, fashion, bahkan alat musik dan peralatan olahraga.

Ternyata yang berminat dipromosikan di Lapak Ganjar tidak hanya UMKM dari Jateng. Melalui platform itu, Ganjar juga memberikan endorsement bagi pelaku UMKM di provinsi lain.

Ganjar juga menggunakan akun-akunnya di medsos yang memiliki jutaan pengikut (follower) untuk mempromosikan produk UMKM. Semua promosi itu gratis.

"Itu cerita dari Lapak Ganjar, sehingga saat pandemi Covid-19 pengendalian inflasi cukup bagus, (Jateng) masuk tiga besar (provinsi terbaik pengendali inflasi, red),” katanya.

Selain itu, Ganjar menggulirkan program permodalan berbunga ringan. Mantan pimpinan Komisi Dalam Negeri DPR itu juga menggandeng para pengusaha untuk berkolaborasi dengan para pelaku UMKM.

“Saya berterima kasih pada para pengusaha atas kerja sama selama ini," ucapnya.

Namun, Ganjar juga punya jurus lain untuk mengembangkan sektor usaha di Jateng. Penyangdang gelar S.H. dari Universitas Gadjah Mada (UGM) itu menegaskan pentingnya penegakan hukum, terutama terhadap praktik koruptif.

Saat awal-awal menjabat gubernur Jateng pada 2013, Ganjar mendapati masih adanya pungli dan tata kelola pemerintahan yang tidak transparan.

Untuk menggerus praktik ilegal itu, Ganjar menggulirkan slogan Ojo Korupsi Ojo Ngapusi yang artinya jangan berbohong dan jangan korupsi.

Dengan slogan itu, Ganjar memimpin langsung upaya memperbaiki birokrasi dan membersihkan praktik lancung di Jateng.

“Itu (pelaksanaan Ojo Korupsi Ojo Ngapusi, red) saya beri contoh sebagai komitmen," ujarnya.

Namun, ada hal lain yang tidak kalah penting dalam menjaga Jateng tetap kondusif. Ganjar getol mengampanyekan upaya menjaga kebinekaan.

"Kenapa bisa bertahan padahal suku banyak, agama banyak, pulau banyaknya minta ampun. Pasti ada perekatnya, yaitu Pancasila," tuturnya.(mcr5/jpnn.com)

Yuk, Simak Juga Video ini!

BACA ARTIKEL LAINNYA... Isu Kemiskinan untuk Serang Ganjar Bakal Berbalik Jadi Ajang Pamer Prestasi


Redaktur : Antoni
Reporter : Wisnu Indra Kusuma

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler