Bertrand Antolin Rela Jadi Model Gratisan Demi Majukan UMKM

Sabtu, 02 Maret 2019 – 17:13 WIB
Betrand Antolin. Foto: Instagram/Bertrand1407

jpnn.com, JAKARTA - Aktor Bertrand Antolin getol mempromosikan produk-produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Bertrand bahkan rela tidak dibayar alias menjadi model gratisan saat mempromosikan produk-produk UMKM tanah air.

BACA JUGA: Jokowi Berharap Pelaku Usaha Mikro Naik Kelas

“Biasanya, kan, kalau saya jadi model dibayar. Khusus untuk produk-produk UMKM, saya tak memungut bayaran alias gratis. Semoga dengan jadi modelnya bisa membantu meningkatkan penjualan produk-produk UMKM tersebut,” ujar Bertrand, Sabtu (2/3).

Bertrand menilai banyak produk UMKM Indonesia yang berkualitas baik, bahkan bisa menembus pasar internasional.

BACA JUGA: Membedah Arti Penting Marketplace Bagi UMKM

DIBACA KUY GENGS: Nyaleg, Bertrand Antolin Tidak Ingin Mengumbar Janji

Pria 38 tahun itu mencontohkan bingkai kacamata dan jam tangan dari bahan kayu jati hasil daur ulang yang dia lihat dalam sebuah pameran.

BACA JUGA: Harga Tiket Pesawat Mahal, Pengusaha UMKM Batam Menjerit

“Saya melihat banyak produk UKM yang bagus-bagus, baik dari desain maupun kualitas. Jika mereka diberikan akses dan kemudahan, saya yakin produk-produk UMKM Indonesia bisa bersaing di pasar internasional,” kata Bertrand.

Caleg Partai Nasdem dari Daerah Pemilihan Jateng 5 itu menambahkan, permodalan, kapasitas produksi, dan pemasaran adalah masalah-masalah yang sering dikeluhkan oleh para pengusaha UMKM yang dia temui.

Bertrand mencontohkan saat dirinya mengunjungi Desa Ngrombo, Sukoharjo, yang merupakan sentra produksi gitar.

Saat itu para perajin mengatakan bahwa gitar-gitar produksi Desa Ngrombo sebenarnya sudah dipasarkan hingga ke luar negeri.

Namun, para perajin di sana tidak pernah menikmati keuntungan lebih besar dari penjualan tersebut.

Keterbatasan modal membuat mereka hanya bisa menjual produk-produknya kepada pengepul.

“Saat saya tanyakan kenapa tidak menjual secara online, para perajin mengatakan setiap minggunya mereka harus memiliki uang tunai untuk membayar gaji para pekerja. Menjual kepada pengepul meski dengan harga rendah harus mereka lakukan. Sebab, pengepul langsung membayar produk mereka secara tunai, ”ujar Bertrand.

Bertrand berharap para pemangku kepentingan, terutama lembaga-lembaga keuangan, lebih memberikan pemerataan dan kemudahan akses permodalan kepada para pengusaha UMKM.

Bertrand juga mengapresiasi pemerintah pusat dan daerah yang saat ini memberikan kemudahan dan fasilitas kepada UMKM, terutama masalah perizinan.

Di sisi lain, Bertrand juga berencana mengadakan pelatihan bagi para perajin UKM. Di antaranya, pelatihan foto produk dan pemasaran melalui sistem daring.

Penetrasi internet di Indonesia yang sudah di atas 50 persen saat ini membuka peluang bagi para perajin UKM untuk bisa memasarkan produk-produk mereka secara nasional bahkan internasional.

“Untuk bisa menarik minat pembeli melalui online, foto produk yang menarik sangat penting,” kata Bertrand.

Bertrand menambahkan, dirinya berkolaborasi dengan teman-temannya yang berprofesi sebagai fotografer untuk mengajarkan cara mengambil foto produk yang bagus hanya dengan menggunakan ponsel.

“Sekaligus mengenalkan mereka untuk berjualan secara online, baik melalui sosial media maupun ke laman-laman e-dagang,” ujar Bertrand. (jos/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Rombongan PSI Kunjungi Sosok di Balik Kebangkitan Batik Kudus


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler