Beternak Hamster, Omzet Bisa Puluhan Juta Rupiah per Bulan

Rabu, 28 November 2018 – 00:14 WIB
Luqman menunjukkan seekor hamster hasil budidaya di rumahnya di Gang Berdikari Jalan Husein Hamzah, Pontianak, Minggu (25/11). Foto: Nova Sari/ Rakyat Kalbar/JPNN.com

jpnn.com - Bermula dari kecintaan kepada hamster, menjadi peluang usaha bagi Luqman. Ia mencoba peruntungannya dengan beternak hamster yang dirintisnya sejak tahun 2013.

Nova Sari, Pontianak

BACA JUGA: Kisah Enci Ika, Guru Honorer Mengajar di Tiga Sekolah

Pria 28 tahun ini tak sendiri. Kecintaan Luqman pada hamster, sejalan dengan hobi sang kekasih. Yang kini menjadi istrinya.

Awalnya Luqman hanya memelihara empat ekor hamster. Namun setelah melakukan observasi di lapangan ia memandang peluang usaha memasarkan hamster cukup baik.

BACA JUGA: Satu Liter Lumpur Bledug Kuwu Hasilkan Energi Listrik 5 Jam

“Pada saat itu, saya juga sedang lagi stres mikirin skripsi yang belum tuntas. Jadi sambil menghilangkan stres saya coba-coba mengembangkan hamster,” ujarnya kepada Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group0 kediamannya di Gang Berdikari Jalan Husein Hamzah, Pontianak, Minggu (25/11).

Bukan berarti memulai usahanya ini tanpa kendala. Kala itu, diperlukan modal cukup besar. Namun Luqman tak memiliki banyak uang. Tabungannya hanya sekitar Rp1 juta.

BACA JUGA: Perasaan Drg Mieke Sylvia saat Identifikasi Korban Lion Air

Sedangkan Luqman ingin beternak hamster dengan skala besar. Berbagai upaya dilakukan dia untuk mendapatkan modal. Diantaranya mencari pinjaman uang dengan saudara dan teman-teman kuliahnya. Uang itu untuk membeli hamster, kandang dan kebutuhan lainnya. “Karena kalau ingin beli untuk partai besar saya harus langsung ambil ke Bandung,” jelasnya.

Saat itu pinjaman yang berhasil terkumpul Rp5 juta. Ia pun membeli 200 ekor hamster. Namun ia salah perhitungan, sehinggan banyak hamster yang mati.

“Saya salah teknis, pada saat membeli tidak saya perhitungkan, sehingga banyak yang mati dan saya merugi,” kisahnya.

Namun Luqman tak patah arang. Belajar dari kesalahan ia terus berusaha mengembangkan peternakan hamsternya itu. Akhirnya seiring waktu usahanya mulai berkembang. “Saya promosi lewat medsos, dari mulut ke mulut hingga akhirnya berkembang sampai sekarang,” ceritanya.

Saat ini Luqman ratusan pelanggan. Tak hanya dari Kalbar, pelanggannya hingga luar negeri. Seperti Malaysia, India, Inggris dan negara lainnya. “Bahkan kemarin hamster saya habis diborong warga Malaysia,” jelasnya.

Dari India juga pernah datang langsung datang ke rumah Luqman. Hanya sekedar untuk membeli hamster miliknya. “Sebab di dalam promosi, saya lengkap mencantumkan alamat dan satelit, sehingga mudah dituju,” terangnya.

Luqman mengatakan, harga hamster milik Luqman bervariasi. Tergantung jenis hamster. Mengingat hewan mungil ini ada yang berjenis Campbell, Syrian, Hybird, WW, Pearl, dan Roborovsky. Namun yang pasti kisaran harganya Rp17.000-Rp120.000 per ekor.

Menurut Luqman, memelihara hamster tidak rumit. Namun yang berbeda jenis harus dipisahkan. “Kecuali jika ingin dikawinkan, ada tekniknya juga, tidak begitu rumit,” jelasnya.

Dari usahanya ini, Luqman berhasil meraup omzet per bulan ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah. Apalagi ketika hari raya, biasanya hamster miliknya banyak yang beli. Karena saat hari raya banyak anak-anak dapat uang angpao.

“Pernah kita dapat sebulan Rp20 jutaan, namun jarang. Tapi kalau dalam sebulan cukup lumayan yang kita dapat,” ungkapnya.

Luqman memiliki cita-cita ingin membuka toko khusus kebutuhan ternak di tempat tinggalnya. Dengan adanya petshop, ia ingin mengembangkan beragam jenis hewan hias. Tidak hanya hamster. “Namun yang lainnya juga ingin kita kembangkan, di samping juga kebutuhan hewan tetap kita jual juga,” tutup Luqman. (*)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Curhatan Honorer K2 di Hari Guru: Kami Juga Manusia


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler