Biaya Rumah Sakit Belum Ikutan Naik

Minggu, 21 September 2014 – 00:11 WIB

jpnn.com - TARAKAN - Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan dr Wiranegara Tan mengemukakan, meskipun suplai listrik dari PT Pelayanan Listrik Nasional (PLN) Tarakan dayanya cukup untuk operasional gedung baru, namun tetap dihemat. Pasalnya, apabila tarif listrik naik pihaknya tak secara otomatis boleh menaikkan tarif layanan.

Menurutnya, tarif pelayanan rumah sakit milik pemerintah ditentukan dalam aturan baku, berupa peraturan daerah (Perda). Khusus untuk layanan kelas III, RSUD Tarakan tak berwenang mengusulkan besaran tarif, berbeda dengan kelas II dan di atasnya.

BACA JUGA: Penipuan Kupon Berhadiah Mobil Marak Lagi

"Kelas II ke atas ditentukan atas usulan direktur sesuai dengan kebutuhan operasional rumah sakit. Usulannya ke pemerintah, baru bisa dijalankan setelah ada persetujuan gubernur dan DPRD," kata Wira.

Saat ini, RSUD Tarakan tengah mempersiapkan kepindahan pelayanan dari gedung lama ke gedung baru. Rencananya, Senin (22/9) pelayanan di gedung baru dioptimalkan. Gedung berlantai 7 itu sejatinya sudah siap ditempati sejak awal 2014. Masalah listrik yang awalnya menjadi kendala, saat ini sudah dipenuhi oleh PLN dengan daya sekitar 2 megawatt (MW).

BACA JUGA: Diseret Truk Belasan Kilometer, Tukang Bangunan Tewas Mengenaskan

"Kami belum bisa mengira berapa besaran biaya listrik, karena baru mau mencoba. Ini bulan pertama," ujar Wira.

Dengan beban biaya listrik yang mahal, apalagi adanya Penyesuaian Tarif Listrik Berkala (PTLB) sebesar 59 persen, maka pola penghematan harus dilakukan. RSUD Tarakan pun menerapkan sistem komputerisasi untuk mengatur penggunaan listrik di setiap fasilitas, seperti pengatur hidup matinya lampu secara otomatis, penutup gorden dan lainnya.

BACA JUGA: 132 Honorer K2 jadi CPNS Tinggal Menunggu SK Penempatan

"Itu sudah diprogramkan oleh tim IT. Tapi alatnya cukup mahal, dan seharusnya pada 2015 program telemedicine sudah bisa tercapai, misalnya rumah sakit di Nunukan atau Malinau mau konsultasi kesini bisa lewat telemedicine" tutur Wira.

Meski akan dioptimalkan, gedung baru RSUD Tarakan fisiknya belum rampung 100 persen. Masih ada beberapa bagian di lantai 6 belum selesai pengerjaannya, lantara tak ada alokasi anggaran dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) sebagai pemilik rumah sakit untuk pembangunan fisik sejak 2 tahun terakhir ini.

"Selama 2 tahun ini anggaran kami nol persen untuk fisik, tapi kami bersabar. Rencananya saya mau ketemu sama pak Pj Gubernur Kaltara di Tanjung Selor, karena dalam waktu dekat ini kemungkinan akan serah terima. Jadi kami mau minta bantuan dana untuk penyelesaian gedung ini," tandasnya.(yan/ndy)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Suami Ditikam Mantan Suami, Siti Lapor Polisi


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler