Bibi Kim Jong-un Mulai Tersingkir

Rabu, 18 Desember 2013 – 20:48 WIB

jpnn.com - SEOUL - Korea Utara (Korut) menggelar peringatan dua tahun kematian Kim Jong-il, Selasa (17/12). Tapi, keputusan Kim Jong-un memecat sang paman Jang Song-thaek dari pemerintahan, kemudian mengeksekusi mati pekan lalu, membawa perubahan. Bibi Jong-un, istri mendiang Jang, absen dari perhelatan resmi tersebut.

Kim Kyong-hui, bibi Jong-un, adalah adik mendiang Kim Jong-il. Dia merupakan salah seorang anak perempuan Bapak Bangsa Korut Kim Il-sung. Selama ini perempuan 67 tahun itu memegang peran penting dalam pemerintahan.

BACA JUGA: Turki, Iran, Tiongkok Tiga Besar Negara Pemenjara Jurnalis

Dia juga nyaris tidak pernah absen dari agenda politik Jong-un. Tapi, peran Kyong-hui pun perlahan memudar. Apalagi, setelah suaminya didepak dari pemerintahan dan diganjar hukuman mati.

Kemarin media Korut memilih bungkam terkait dengan absennya Kyong-hui. Tidak seorang sumber pun yang mau buka suara soal ketidakhadiran adik Kim itu dalam upacara peringatan di Kumsusan Memorial Palace. Padahal, seluruh kerabat dan keluarga sang Dear Leader hadir. Jong-un dan istrinya terlihat memberikan penghormatan di depan peti berisi jasad Kim yang diawetkan.

BACA JUGA: Bantu Tunawisma Dengan Potong Rambut Gratis

Tahun lalu Kyong-hui juga tidak terlihat bersama Jong-un dan para pejabat pemerintah lainnya dalam peringatan satu tahun kematian Kim. Tapi, belakangan diketahui bahwa dia datang terlambat. Kemarin Kyong-hui benar-benar absen. Dengan menyingkirkan Jang dan mengabaikan Kyong-hui, kini Jong-un hanya memiliki satu penasihat senior. Yakni, Choe Ryong-hae.

Kemarin Choe terlihat di barisan depan pejabat pemerintahan Korut yang mendampingi Jong-un dalam peringatan kenegaraan tersebut. Senin lalu (16/12) dia bahkan memimpin militer Korut dalam rangkaian upacara pembaruan janji setia terhadap pemerintah. "Kami akan tetap menjadi tentara Kim Jong-un dan membela beliau sampai ajal menjemput," ucap Choe dan ribuan serdadu lainnya.

BACA JUGA: Singapura Usir Pekerja yang Terlibat Rusuh Little India

Sesuai dengan tradisi, upacara peringatan kematian pemimpin Korut memang selalu dilengkapi dengan pembaruan janji setia prajurit. Dalam momen tersebut, militer kembali mengikrarkan sumpah untuk setia kepada pemimpin yang masih menjabat. Selanjutnya, rangkaian upacara peringatan kematian pemimpin Korut diawali dengan mengheningkan cipta selama tiga menit. (AP/Reuters/hep/c10/dos)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tercebur ke Laut Gara-Gara Asyik Main Facebook


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler