Bicara Korupsi tak Melulu Operasi Tangkap Tangan

Sabtu, 01 Desember 2018 – 00:14 WIB
Trisna Willy. Foto: Hilmi Setiawan/Jawa Pos

jpnn.com, JAKARTA - Trisna Willy punya cara tersendiri untuk menanamkan semangat antikorupsi di keluarganya. Khususnya kepada anak-anaknya.

Bagi istri Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin ini, bicara korupsi tidak melulu yang berat dan menakutkan, seperti operasi tangkap tangan.

BACA JUGA: Jakarta Tuan Rumah, Menag Buka Festival Gambus Nasional 2018

Bagi perempuan yang akrab disapa Mbak Tris itu, inti semangat antikorupsi adalah menanamkan kejujuran. Ada sejumlah hal kecil yang bisa digunakan untuk melatih kejujuran anak.

’’Misalnya, ada tamu. Si anak disuruh bilang bapaknya ada di luar, padahal di rumah,’’ kata Trisna.

BACA JUGA: Semoga Lulusan ABN NasDem Konsisten Hindari Korupsi

Menurut dia, contoh tersebut merupakan praktik untuk mengajarkan ketidakjujuran kepada anak.

Di dunia pendidikan, banyak juga hal kecil yang jadi cerminan nilai kejujuran. Misalnya, guru tidak meninggalkan jam belajar.

BACA JUGA: Menag Usulkan Dana Umat untuk Biayai Rumah Sakit, Setuju?

Baginya, praktik itu adalah korupsi waktu. Pegawai yang datang terlambat dan pulang sebelum jam kerja berakhir juga termasuk korupsi waktu. (wan/c18/oni)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Optimistis Timnas PK Bisa Mewujudkan Budaya Antikorupsi


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler