Bicara Soal LGBT, JK Rowling Pilih Mengembalikan Penghargaan HAM yang Pernah Diterimanya

Jumat, 04 September 2020 – 14:35 WIB
JK Rowling. Foto: AFP

jpnn.com - Penulis Harry Potter, JK Rowling mengembalikan hadiah dari Robert F Kennedy Human Rights berupa penghargaan Hak Asasi Manusia (HAM) yang pernah didapatnya pada 2019 dari keluarga Kennedy sebagai penyelenggara kegiatan itu.

Dia mengembalikan penghargaan itu setelah Presiden organisasi Kennedy Award memberikan kritikan terhadap opini transgender yang dilontarkan JK Rowling.

BACA JUGA: Buat Fans Harry Potter, Ini Bocoran Proyek Baru JK Rowling

Putri almarhum senator Kennedy itu menerbitkan pernyataan yang merasa kecewa yang mendalam kepada komentar JK Rowling.

"Pernyataan itu tidak tepat yang mengatakan saya mengalami transfobik dan saya bertanggung jawab atas kerugian bagi orang-orang transgender," ucap JK Rowling mengomentari kritikan tersebut, seperti dilansir dari berbagai sumber.

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Peserta Pesta Gay ada Pria Beristri, Terbongkar Motif Oknum TNI, Inilah Ideologi Khilafah

JK Rowling mengatakan sudah sejak lama dia menyumbangkan penghasilannya untuk masyarakat LGBT dan pendukung hak transgender untuk hidup bebas dari penganiayaan. Dia membantah tuduhan kalau membenci kaum transgender.

"Saya tidak membenci mereka, atau ingin mereka sakit, atau membela hak-hak perempuan itu salah, diskriminatif, dan menghasut kerusakan pada komunitas transgender," lanjut JK Rowling.

BACA JUGA: 10 Tahun Berlalu, JK Rowling Akhirnya Minta Maaf ke Fans Harry Potter

Kerry Kennedy yang memberikan penghargaan pada JK Rowling itu bergabung dengan seleb Hollywood yang mengkritik opini soal antitransgender.

Pernyataan yang dipublikasikan di situs RFK Human Rights menyebut JK Rowling sebagai penerima penghargaan Ripple of Hope untuk pendirian yayasan Lumos tidak sesuai dengan visi ayahnya.

"Saya telah bicara dengan JK Rowling dan mengungkapkan kekecewaan saya yang mendalam bahwa dia telah memilih menggunakan bakat yang luar biasa untuk menciptakan narasi yang menghilangkan identitas orang transgender dan nonbiner," tutur Kerry Kennedy.

Dia  melanjutkan komunitas transgender merasa tersakiti dengan serangkaian cuitan yang dilontarkan JK Rowling dan terkesan transfobik.

Pernyataan kontroversial JK Rowling bermula dari opini di Twitter pada Juni lalu, saat dia mengatakan mendukung hak transgender tapi tidak percaya dengan penghapusan konsep seksual biologis.

JK Rowling menuturkan perempuan transgender tidak mengalami menstruasi seperti perempuan pada umumnya.

"Ketika Anda salah menggambarkan pandangan seorang perempuan transgender yang tidak merasakan apa pun selain rasa kagum dan solidaritas. Anda melanggar batas," kicau JK Rowling

Sepanjang hidupnya, JK Rowling mengaku telah merasakan dan menulis tentang berbagai masalah kesehatan mental. Misalnya, OCD, depresi, dan gangguan kecemasan yang berlebih.

Bahkan JK Rowling mengatakan risiko kesehatan jangka panjang dari hormon lintas-seksual menjadi efek yang fatal. Risiko ini pula yang dinilai JK Rowling ditolak oleh para aktivis transgender.

Gara-gara masalah ini, penjualan buku-buku cetak novelis yang tinggal di Skotlandia itu mengalami penurunan tajam.

Data dari NPD BookScan, penjualan buku cetak JK Rowling di AS drop. Hanya buku soal detektif Cormoran Strike saja yang naik sebanyak 10.9 persen pada Juni lalu.

Judul buku berlisensi yang tidak ditulis JK Rowling juga mengalami penurunan mendadak bulan lalu. Angka penjualan yang disurvei oleh NPD BookScan tidak termasuk buku audio, e-Book, atau penjualan dari penerbit langsung.

Dua situs penggemar Harry Potter yakni Leaky Cauldron dan Mugglenet juga mengumumkan tidak lagi mendukung idolanya.

"Kami menemukan fakta JK Rowling menggunakan pengaruh dan hak istimewanya untuk menargetkan orang-orang yang terpinggirkan agar tidak diterima," tulis dua komunitas tersebut. (ngopibareng/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler