BIKIN NANGIS... Disemayamkan Dua Minggu, Jenazah TKI Pulang, Bola Mata Hilang

Rabu, 16 September 2015 – 08:12 WIB
Ilustrasi.

jpnn.com - SIANTAR- Ratusan pelayat hanyut dalam kesedihan ketika menyambut kedatangan jenazah Marta Saragih, 47, di rumahnya di Jalan Sekata, Kelurahan Suka Dame, Siantar Utara, Sumut. Marta yang bekerja sebagai TKI meninggal dunia di Malaysia dua minggu lalu. Selain kesedihan yang mendalam, kekecewaan juga dirasakan oleh keluarga. Sebab, sudah dua minggu, baru sekarang korban dipulangkan. Bahkan, bola mata Marta pun hilang.

Jenazah Marta tiba di rumahnya sekitar pukul 18.50 WIB menggunakan ambulance. "Mak Handoko! Mak Handoko!" ujar keluarga dan ratusan warga yang tumpah ruah di rumah duka. 

BACA JUGA: GAWAT...Masa Anggaran Senam Pemerintah DKI Milyaran Rupiah

Isak tangis mereka seketika berubah jadi teriakan histeris dengan memanggil-manggil nama korban ketika jenazah tiba.

Jenazah yang sudah berada dalam peti dari kayu tersebut kemudian diletakkan di ruang utama rumah semi permanen bercat warna hijau muda itu. 

BACA JUGA: Kisah Pengacara Cantik yang Rela Jadi Perawan Tua Demi Menunggu Duda Sang Kekasih

Ratusan pelayat pun menyesaki ruangan utama yang beralaskan tikar berukuran sekira 4x4 meter itu. Beberapa warga mencoba membubarkan masyarakat yang berkumpul, namun mereka tetap bertahan ingin melihat jasad Marta.

Saat suasana yang cukup padat itu di rumah itu, mendadak anak bungsu korban Anggreni Simanjuntak, 22 menangis histeris. "Mak, uda pulang kita. Kayak mananya biar baik aku sama mama," ujarnya dengan menatap wajah ibunya dengan air mata yang mengalir deras di pipinya seperi dilansir Metro Siantar (JPNN Group).

BACA JUGA: Anginnya Begitu Kencang, Anak Saya Ikut Terbang

Anggreni yang berada tepat di samping jenazah ibunya bersama dua abangnya, tak henti-hentinya menangis sembari menatap jenazah ibunya yang sudah terbujur kaku. 

Dalam tangisannya, Anggreni mengatakan bahwa dia harus meninggalkan studinya selama dua minggu di salah satu universitas di Jambi setelah mendengar kabar yang menyatakan bahwa ibunya meninggal di Malaysia.

Tangisan Anggreni membuat sejumlah warga yang memadati rumah itu menangis kembali. Ipar korban, Rosseli Sinaga dan beberapa warga lainnya pun mencoba menenangkan Anggreni, namun Anggreni tetap menangis, bahkan hingga jatuh pingsan.

Anggreni pun dibawa sejumlah warga dan dipindahkan ke kamarnya. Sejumlah warga kemudian mencoba menyadarkan Anggreni, dan tak beberapa lama kemudian sadar.

Tak lama setelah itu, Handoko, anak sulung korban mengatakan kepada sejumlah warga bahwa ia akan menangkap pelaku yang telah memberangkatkan ibunya hingga sampai ke Malaysia secara tidak resmi, beberapa bulan yang lalu.

Handoko mengaku kecewa dengan kepemimpinan pemerintah saat ini yang tidak melindungan tenaga kerjannya di luar negeri seperti ibunya.

Sebab, ibunya telah dua minggu lalu meninggal di Malaysia, namun baru saat ini bisa tiba di rumahnya. Sedangkan suami korban, Jisman Simanjuntak, 52, mengatakan, jasad istrinya akan disemayamkan di Siborong-borong, Rabu (16/9), sementara acara adat dilaksanakan di rumah duka.

Jisman menegaskan, peristiwa yang mereka alami, semoga menjadi pelajaran yang berharga bagi semua warga di Indonesia, dimana warga tidak boleh sembarangan berangkat ke luar negeri dengan calo-calo yang tidak jelas memberikan perkejaan di sana.

"Saya mau inilah korban yang terakhir, saya tidak mau ada korban lagi," katanya.

Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Poltak Manurung juga mengatakan, kejadian ini harus menjadi pembelajaran berharga bagi semua masyarakat, terkhusus masyarakat Siantar.

Poltak menerangkan, yang resmi memberangkatkan tenaga kerja ke luar negeri hanya PJTKI yang memiliki izin resmi dari Republik Indonesia. 

(Baca: Bola Mata TKI Hilang di Malaysia, Diduga…)

"Itu yang dapat memberangkatkan. Kalau ada yang mengatasnamakan PJTKI dan masyarakat masih menaruh keraguan, segaralah lapor ke Dinsosnaker. Kami sudah berulangkali menyosialisasikan hal ini," ujarnya singkat saat ditemui di sela-sela acara Bulan Bhakti Karang Taruna se-Sumut di Lapangan H Adam Malik. (aha/ara)

BACA ARTIKEL LAINNYA... KPK Rampungkan Pemeriksaan 30 Orang Mantan Anggota DPRD Sumut


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler