Bima Arya Ogah Ikuti Imbauan MUI Bogor Soal Cap Go Meh

Jumat, 10 Februari 2017 – 07:02 WIB
SAMBUT IMLEK: Wali Kota Bogor Bima Arya saat mengunjungi Vihara Dhanagun di Jalan Surya Kencana, Bogor, Sabtu (28/1). Foto: Rieska Virdhani/JawaPos.Com

jpnn.com - jpnn.com - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto tak mendukung imbauan MUI setempat terkait perayaan Cap Go Meh di Bogor Street Festival 2017 tanggal 11 Februari mendatang.

MUI mengimbau umat muslim Kota Hujan untuk tidak menghadiri acara tersebut dengan alasan berpotensi merusak akidah.

BACA JUGA: Menikahi Mayat, MUI: Tanda Kiamat Sudah Terlihat

Apalagi, perayaan Cap Go Meh itu memang dilakukan sepanjang sore hingga malam. Sehingga, umat muslim yang hadir dikhawatirkan meninggalkan salat.

Menurut Bima, memang kewajiban ulama untuk mengingatkan umatnya untuk tidak mengikuti perayaan agama orang lain.

BACA JUGA: Bacalah, MUI Keluarkan Peringatan Keras!

Namun, Pemkot Bogor selama ini menganggap pagelaran Cap Go Meh sebagai acara kebudayaan.

"Dari tahun-ke tahun MUI kita undang untuk memberikan doa lintas agama. Saya memaknai ini sebagai proses acara kebudayaan yang sudah lama berjalan. Presiden hadir, gubernur hadir, pemerintah juga hadir, karena ini adalah bagian dari kultur kebudayaan yang sudah cukup lama berjalan di Bogor, dan sebagai ajang pemersatu," ucap Bima kepada INDOPOS, Kamis (9/2).

BACA JUGA: Anggota DPRD Ini Dikecam Netizen karena Statusnya di FB

Lebih lanjut dikatakannya, MUI Bogor juga meminta acara digeser ke pagi hari hingga siang agar tidak mengganggu waktu ibadah umat. Namun, Bima tidak bersedia memenuhi permintaan tersebut.

”Itu jelas tidak bisa, karena kan sudah direncanakan sejak lama. Kalau masalah ibadah, panitia juga sudah berkomitmen menyediakan lokasi ibadah untuk umat muslim yang strategis,” tegas politikus PAN itu.

Terpisah, Ketua Panitia Bogor Street Festival 2017 Arifin Himawan enggan berkomentar banyak terkait fatwa MUI tersebut. Sebab, imbauan itu bersifat internal keagamaan.

Sedangkan perayaan Cap Go Meh sudah jadi tradisi dari tahun ke tahun yang dianggap bisa mempersatukan keberagaman budaya.

”Saya nggak bisa komentar soal itu. MUI itu kan mengimbau agar umat muslim tetap menjalani ibadahnya. Itu imbauan yang baik. Kami tidak masuk ke ranah agama,” ungkap Arifin. Selama ini dia mengaku panitia lebih mempersiapkan dari sisi budaya, yakni menjalin komunikasi dengan para seniman dan sanggar.

Terpisah, Komisi Penelitian dan Pengkajian MUI Kota Bogor Dhani mengatakan, pihaknya mengimbau dan mengingatkan umat Islam tak terlibat perayaan Cap Go Meh.

Sebab, dinilai ada usaha menyimpangkan keyakinan umat Islam bahwa kegiatan itu sekadar budaya.

”Karena itu wajib bagi kita kaum muslimin melalui MUI mengimbau agar umat Islam tidak hadir. Sebab, itu dapat menjadi distorsi pendangkalan akidah yang lama-kelamaan umat Islam akan meninggalkan agamanya,” tuturnya. (has/dil/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... MUI Putuskan Berjihad, Siapkan Perlawanan


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler