BIN Perpanjang Rapid Test Massal di Surabaya Sampai 20 Juni

Senin, 15 Juni 2020 – 22:34 WIB
Kegiatan rapid dan swab test massal BIN di Surabaya, Jawa Timur. Foto: Humas BIN

jpnn.com, SURABAYA - Badan Intelijen Negara (BIN) memperpanjang pelaksanaan rapid dan swab test massal di Surabaya. Perpanjangan ini merupakan arahan langsung dari Kepala BIN Jenderal (purn) Budi Gunawan.

Staf Khusus Kepala BIN Mayjen TNI Suyanto mengatakan, sedianya BIN akan mengakhiri rangkaian pelaksanaan rapid test massal ini pada 15 Juni 2020.

BACA JUGA: Rapid Tes BIN di Surabaya Hari Ini, Tercatat 201 Orang Reaktif

Namun, dari koordinasi dengan Pemerintah Kota Surabaya, BIN memutuskan memperpanjang sampai 20 Juni 2020.

"Dari 18 lokasi itu, ada dua lokasi yang hasilnya masih di atas 10 persen kasus positifnya. Bapak Kepala BIN memerintahkan untuk memperpanjang waktu sampai tanggal 20 Juni 2020," kata Suyanto kepada wartawan di Surabaya, Jawa Timur, Senin (15/6).

BACA JUGA: BIN Swab Test 105 Orang Positif Covid-19 di Surabaya

Suyanto menerangkan, selama pelaksanaan rapid test massal di Surabaya, pihaknya telah menemukan dua lokasi yang kasus positifnya di atas sepuluh persen atau bisa dibilang tinggi.

Untuk itu, BIN menyatakan untuk tetap berada di Surabaya melanjutkan rangkaian rapid test masal guna memutus rantai penyebaran COVID-19.

BACA JUGA: BIN dan Peneliti UNAIR Menemukan Formulasi Kombinasi Obat untuk Pasien COVID-19

"Yang jelas di Jatim ini angkanya masih tinggi. Terbukti ada dua lokasi yang di atas 10 persen hasilnya. Jadi, kami perlu untuk tetap masih di sini agar bisa mendeteksi atau memutus rantai penyebaran COVID-19," jelasnya.

Dalam perpanjangan rapid test di ibu kota Jawa Timur ini, BIN juga menambah alat rapid test berjumlah 10.000 ribu kit.

BIN juga masih menyasar lokasi-lokasi yang masuk zona merah dengan berkoordinasi Dinas Kesehatan Pemkot Surabaya dan Gugus Tugas Percepatan Jawa Timur.

"Untuk lokasi kami tetap akan koordinasi dengan dinas kesehatan dan gugus tugas Jatim, guna mengetahui tempat-tempat atau zonanya sangat tinggi," tegas dia.

Lebih lanjut Suyanto menjelaskan, selama pelaksanaan rapid dan swab test di Surabaya sejak tanggal 29 Mei sampai 14 Juni 2020, BIN sudah menggelar kegiatan sebanyak 34 kali di 18 lokasi.

“Peserta rapid test sebanyak 24.528. Dari jumlah itu, 3.051 orang hasilnya reaktif,” tambah dia.

Adapun warga yang mengikuti swab test berjumlah 3.489 orang. Dari hasil test tersebut, 1.158 orang terkonfirmasi positif COVID-19.

Selain itu, BIN juga pada 14 Juni lalu menggelar swab test khusus di gelanggang remaja pada pasien positif COVID-19 rujukan puskesmas serta kluster baru. Jumlah yang diswab test yakni 105 orang.

Diketahui, kegiatan rapid test massal ini didukung tenaga medis, analis laboratorium dan tenaga pedukung sebanyak 40 orang dari Jakarta dan dibantu 20 anggota Binda Jatim.

Satgas lawan COVID-19 BIN membawa langsung mobil labCOVID-19, ambulans dan peralatan pendukung lainnya di Surabaya. Mobil lab ini, merupakan satu dari lima mobil laboratorium Biosafety Level 2 (BSL-2) yang bersertifikat internasional pertama di Indonesia.

Dalam rapid test ini, BIN menyiapkan 1.000 hingga 3.000 alat rapid test beserta dua mobil lab untuk swab test setiap harinya.

Swab test ini diperuntukan bagi warga yang reaktif COVID-19. Mobile lab dari BIN ini dapat mengambil 300 sampel per harinya. Adapun hasil swab tes bisa diketahui hanya dalam 2,5 jam. (cuy/jpnn)


Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler