Binus ASO Mendorong Mahasiswa menjadi Spesialis Engineering Berkualitas

Kamis, 23 Februari 2023 – 14:17 WIB
Dekan Binus ASO School of Engineering (BASE) Prof. Fergyanto E. Gunawan, Dr. Eng. Foto Humas Binus

jpnn.com - JAKARTA - Binus ASO School of Engineering (BASE) mengadakan sharing session bersama alumni. BASE adalah perguruan tinggi bertaraf internasional yang berfokus di bidang teknik atau engineering.

Pada sesi kali ini menghadirkan Prof. Fergyanto E. Gunawan, Dr. Eng dan Alexander Kevin Daniel Samara.

BACA JUGA: Kuliah di Binus Online Fleksibel, Biaya Terjangkau, Lulusan Berkelas Dunia, Cocok untuk Pekerja

Alexander, alumnus BASE banyak membagikan pengalamannya setelah lulus sampai berhasil membangun brand-nya sendiri, yaitu Ramahija.

Alexander lulus dari program studi Production Design Engineering. Dirinya mengaku sudah sejak kecil tertarik dengan dunia desain sehingga inilah yang membuatnya menempuh pendidikan di jurusan Production Design Engineering BASE.

BACA JUGA: BINUS Business School Kenalkan RPL untuk S2, Syaratnya Enggak Ribet

Pada masa awal perkuliahan, Alex justru merasa bahwa mata kuliah yang diberikan BASE sebagian besar berbau teknik.

Barulah kemudian dirinya mendapatkan pemahaman dari salah satu dosen pengajarnya bahwa menciptakan sebuah produk tidak boleh sekadar menarik saja, melainkan juga harus bisa berfungsi atau memiliki daya guna.

BACA JUGA: Dilirik SHARE, Mahasiswa Binus University Bisa Kuliah di Negara ASEAN, Beasiswa Penuh 

“Sejak saat itu, saya jadi sadar bahwa desain dan teknik tidak bisa dipisahkan. Keduanya harus berjalan beriringan untuk menciptakan output yang benar-benar

punya daya guna,” tutur Alex dalam sharing session bersama alumni baru-baru ini.

Pemahaman tersebutlah yang kemudian mengantarkannya untuk membangun Ramahija, brand usaha sosial berkelanjutan yang juga memberdayakan masyarakat adat di wilayah pulau Timor, Indonesia.

Sebagai founder, Alex ingin menciptakan produk yang menarik, berguna, dan tidak merusak lingkungan. Di sisi lain, ia juga ingin memberdayakan masyarakat setempat untuk membantu kegiatan produksi.

Berangkat dari keresahan tersebut, Alex kemudian mendirikan Ramahija dan memanfaatkan pohon palma sebagai bahan baku utamanya.

dIA menjelaskan hampir semua bagian dari pohon palma dapat diolah untuk digunakan. Inilah yang membuat Ramahija menjadi merek dengan prinsip utama sustainability.

Lebih lanjut, Alex menjelaskan bahwa ada empat pilar sustainability yang berusaha dia junjung melalui brand usaha sosialnya ini, yaitu women empowerment, cultural sustainability, nature conservation, serta adaptive innovation.

Keempat pilar ini kemudian menjadi solusi bagi keresahan yang dimiliki Alex, yakni untuk menciptakan produk yang  menarik, berguna, dan tidak membahayakan lingkungan.

Keberhasilan Alex dalam mendirikan Ramahija sambil tetap mengedepankan nilai sustainability tidak terlepas dari pengalamannya selama berkuliah di BASE. Hal ini pun diamini Prof. Fergyanto.

“Saat ini, yang terpenting bukan hanya bagaimana seseorang bisa membuat produk, tetapi juga menciptakan barang yang tidak membahayakan lingkungan. Nilai-nilai seperti ini jugalah yang coba kami ajarkan di BASE,” jelas Prof. Fergyanto.

Dia menjelaskan BASE adalah hasil kolaborasi antara Binus University dan ASO College Group di Jepang. Melalui dua program studi berkurikulum Jepang yang ditawarkan, yakni Product Design

Engineering dan Automotive Robotics Engineering, BASE mendorong mahasiswa untuk menjadi spesialis engineering yang berkualitas.

Tak sekadar kurikulum, BASE juga rutin mengadakan summer program di mana mahasiswa bisa mengikuti internship dan belajar di Jepang secara langsung.

Sistem perkuliahan juga diperkuat dengan pemanfaatan teknologi terkini untuk membantu mahasiswa BASE mengoptimalkan potensi serta kemampuan. (esy/jpnn)


Redaktur : Soetomo Samsu
Reporter : Mesyia Muhammad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler