Bio Farma Luncurkan Alat Tes Antibodi Covid-19 & Pembawa Vaksin, Ini Keunggulannya

Minggu, 27 November 2022 – 17:51 WIB
Bio Farma meluncurkan FastBio-RBD 2019-nCoV Neutralizing Antibody Test & FastBio-RBD Fia Meter dan VaccarBio di Jakarta, Sabtu (26/11). Foto: dokumentasi Bio Farma

jpnn.com, JAKARTA - Holding BUMN bidang farmasi Bio Farma meluncurkan alat tes antibodi Covid-19 bernama FastBio-RBD 2019-nCoV Neutralizing Antibody Test & FastBio-RBD Fia Meter.

Perusahaan pelat merah itu juga memiliki produk baru berupa alat pembawa vaksin atau vaccine carrier bermerek VaccarBio.

BACA JUGA: Pandemi Covid-19 Belum Usai, Bio Farma Gerak Cepat Menyediakan Vaksin dalam Negeri

Bio Farma meluncurkan dua produknya yang baru itu di Jakarta, Sabtu (26/11).

FastBio-RBD merupakan kit diagnostik untuk mengetahui jumlah spesifik antibodi seseorang terhadap virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.

BACA JUGA: Tingkatkan Pelayanan Kesehatan, BUMN Farmasi Gandeng SRF dan INA

Dengan alat itu, masyarakat bisa mengetahui jumlah antibodi yang terbentuk karena vaksin Covid-19 maupun disebabkan terinfeksi secara alami. 

Direktur Keuangan, Manajemen Risiko, dan SDM Bio Farma I.G.N Suharta Wijaya mengatakan pihaknya terus berusaha melakukan berbagai inovasi di bidang kesehatan.

BACA JUGA: BPOM Restui Penggunaan Darurat Vaksin Covid-19 Produksi PT Bio Farma

“Produk-produk ini merupakan bentuk kontribusi Bio Farma dalam kondisi pandemi Covid-19, terutama dalam pemetaan respons kekebalan masyarakat melalui FastBio, dan menjaga suhu pengiriman vaksin tetap stabil untuk menjamin kualitasnya melalui Vaccarbio," ujar Suharta.

Kepala Divisi Penjualan Domestik Bio Farma Mahsun Muhammadi menambahkan FastBio-RBD menggunakan teknologi fluorescence immunoassay, yakni  suatu teknik yang sederhana, cepat, dan sensitif  untuk mengukur jumlah senyawa, termasuk seperti obat-obatan, hormon, dan protein. 

"Dengan ini, masyarakat dapat memantau jumlah antibody SARS-COV-2 dalam tubuh mereka untuk meningkatkan kehati-hatian dalam menjalani aktivitas sehari-hari," kata Mahsun.

Menurut Mahsun, waktu yang tepat untuk menggunakan FastBio-RBD ialah ketika seseorang sesudah mendapatkan vaksin lengkap atau setelah terpapar Covid-19.

“Waktu paling tepat untuk melakukan pengujian menggunakan alat ini ialah empat minggu setelah divaksinasi atau enam bulan setelah vaksinasi terakhir," tuturnya.

Pengukuran dengan FastBio itu dilakukan menggunakan sampel darah. Mahsun menyatakan pelayanan itu akan tersedia di jejaring lab dan klinik holding BUMN farmasi.

"... dan menyusul juga tersedia di lab swasta," ucapnya.

Adapun VaccarBio adalah alat elektronik yang ringkas dan mudah untuk membawa vaksin. Alat tersebut merupakan hasil kolaborasi Bio Farma dengan Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta.

Produk itu berfungsi menjaga suhu sampel vaksin yang dikirim tetap dalam rentang yang disyaratkan (2-8 derajat Celcius) sehingga masih sesuai dengan syarat penggunaan produk.

Keunggulan VaccarBio ialah bisa menahan suhu lingkungan antara minus 5 derajat hingga 45 derajat celcius.

Wadah untuk membawa vaksin itu juga antikarat, tahan terhadap api, bisa digunakan untuk di luar maupun dalam ruangan, dan mampu bertahan selama tujuh jam.

“VaccarBio dapat menjawab tantangan geografis dalam hal pendistribusian vaksin di Indonesia," ujar Mahsun.(mcr28/jpnn.com)


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler