Bisa Jadi Andi Arief Berhalusinasi soal Hoaks Surat Suara

Kamis, 03 Januari 2019 – 22:33 WIB
SUDAH DIHAPUS: Kicauan politikus Partai Demokrat (PD) Andi Arief yang telah dihapus. Foto: Twitter

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat (PD) Andi Arief terus memanen kritik gara-gara kicauannya di Twitter tentang hoaks tujuh kontainer surat suara yang telah tercoblos di Pelabuhan Tanjung Priok. Kali ini, kritik untuk anak buah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di PD itu datang dari politikus muda PDI Perjuangan Ramond Dony Adam.

Dony menduga kicauan Andi Arief yang telah dihapus untuk pengalih isu. Yakni mengalihkan isu tentang tes baca Alquran bagi pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) yang digagas organisasi dai di Aceh.

BACA JUGA: Sambangi Bareskrim, Ketua KPU Minta Penyebar Hoaks Ditangkap

"Saya rasa dia sedang mencoba mengalihkan isu tes baca Alquran agar bergeser ke isu kontainer yang berisikan kertas suara," kata Dony, Kamis (3/1) malam.

Calon anggota legislatif (caleg) DPR dari PDIP untuk daerah pemilihan Aceh I itu juga menyebut Andi berupaya menggunakan hoaks untuk menggiring opini bahwa Pemilu 2019 sarat kecurangan. Namun, Dony menilai manuver Andi bisa menjadi bumerang.

BACA JUGA: Sepertinya Andi Arief Sudah Tahu Info Surat Suara Cuma Hoaks

Dony lantas menyinggung kemenangan Partai Demokrat (PD) pada Pemilu 2009. Sebab, saat itu suara PD melonjak hingga tiga kali lipat dibandingkan Pemilu 2004.

BACA JUGA: Ketua DPR Dukung Polisi Sikat Penyebar Hoaks Surat Suara

"Saya yakin dia sedang berhalusinasi dengan masa lalunya. Ini sama saja seperti menepuk air di dulang, terkena muka sendiri," ucap Dony.

Karena itu Dony mengharapkan Andi menggunakan cara-cara cerdas untuk menaikkan elektabilitas PD. Kalaupun Andi berdalih kicauannya di media sosial, Dony menegaskan bahwa berpolitik tetap harus berkeadaban dan untuk membawa sukacita.

“Jangan malah menciptakan politik dengan cara yang bisa melanggar hukum. Cara demikian tak elegan, tak sesuai aturan dan demokrasi yang berlaku, cenderung asal-asalan," pungkasnya.

Sebelumnya Andi dalam kicauannya melalui akun @AndiArief_ di Twitter mengungkap soal kabar tentang tujuh kontainer surat suara di Tanjung Priok yang telah tercoblos. Namun, mantan staf khusus presiden itu telah menghapus unggahannya.

Komisi Pemilihan Umum (KPU)  juga membantah kicauan Andi. Bahkan, Ketua KPU Arief Budiman mengunjungi Pelabuhan Tanjung Priok untuk mengecek kabar yang ternyata hoaks itu.(jpg/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Soal Kardus Belum Selesai, Sekarang Surat Suara


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler