Bisnis Bareng Pacar, Omzet Minimal Rp 50 Juta per Bulan

Jumat, 10 Februari 2017 – 00:07 WIB
Salah satu produk Dewi Rotan. Foto: Dewi Rotan/Int

jpnn.com - jpnn.com - Sorot mata Anggraini Ayu Wulandari berbinar kala menceritakan kisahnya.

Raut wajahnya begitu dipenuhi rona cinta kala menceritakan kisahnya bersama kekasih yang sebentar lagi akan menjadi pendamping hidupnya, Achmad Farikie namanya.

BACA JUGA: Dulu Jualan Pulsa, Kini Berencana Umrahkan 1.000 Marbot

NOVRILA MAYANG PANGESTI- CIREBON

Sambil mengenang perjalanan cintanya, tak ada hentinya nama Achmad Farikie disebutnya.

BACA JUGA: Bocah SD Kreatif, Penghasilan Rp 1,5 Juta per Bulan

Memulai kisah cinta di bangku kelas satu SMA, Anggra dan Rikie sama-sama terdaftar sebagai siswa dari SMAN 6 Cirebon.

Berada dalam satu ekskul yang sama, rupanya mulai ada benih-benih cinta di antara keduanya. Melihat Anggra sebagai tipe idealnya, Rikie pun tak ingin berlama-lama.

BACA JUGA: Kisah Mahasiswa yang Gigih Berwirausaha, Luar Biasa

Saat kegiatan tahunan berkemah untuk ekskul basket, Rikie tak henti-henti mengarahkan pandangannya pada Anggra.

"Waktu kemah acara ekskul dulu, Rikie sering banget ke-gap lagi merhatiin aku, lucunya setiap malam, karena tenda kita waktu itu deket dia nyanyi dan sengaja banget sebut nama aku, jujur waktu itu aku masih cuek banget," kenang Anggra pada Radar Cirebon (Jawa Pos Group).

Justru sikap cuek Anggra saat itu malah menjadi penyemangat Rikie untuk terus mendekatinya.

Hingga kegiatan camping usai, Rikie bahkan rela menunggu Anggra, meski akhirnya mereka tak berhasil berjumpa.

Tak habis akal, Rikie langsung bergegas mencari nomor telepon Anggra lewat teman dekatnya.

PDKT selama satu setengah bulan, akhirnya tepat pada 19 Februari 2010 keduanya resmi berpacaran.

Namun usaha keduanya belum selesai, karena pada saat itu kedua orangtua Anggra belum memperbolehkannya berpacaran.

Meski sempat backstreet, rupanya keduanya sama-sama punya tekad yang kuat.

"Bahkan saat itu karena semua guru tahu kita berdua pacaran, kita jadi selalu beda kelas," lanjutnya.

Menjadi pelajar yang sama-sama masih bergantung pada orangtua, membuat keduanya berpikir untuk mendapatkan rupiah dengan jerih payah sendiri.

Saat itu, Anggra mengatakan, kekasihnya yang saat ini tengah berada di Bogor guna menjalankan tugasnya di Kementrian Perhubungan, tak pernah malu untuk membuka usaha sendiri.

"Dulu kita coba usaha apa aja, mulai dari baju, pernak-pernik sampai kosmetik, bahkan waktu itu Rikie yang jual Kosmetik, nggak pernah malu dia, karena kita punya hobi dan tujuan yang sama, jadi usaha bareng pacar saat itu jadi terasa lebih menyenangkan, uangnya bisa untuk modal jajan berdua," akunya.

Hingga lulus SMA dan masuk ke universitas yang berbeda, cobaan baru mulai menghampiri keduanya.

Terbentang jarak antara Cirebon dan Tanggerang, mengharuskan keduanya menguji kesabaran dan kepercayaannya.

Selama berpacaran hampir 7 tahun, empat tahun hubungannya dihabiskan dengan Long Distance Relationship (LDR). Diakui Anggra tentu ini bukan hal yang mudah.

"Yang pasti aku percaya sama Rikie, Rikie percaya sama aku, selama empat tahun kuliah, Rikie di STPI aku di Akbid Muhammadiyah Cirebon, waktu bertemu sulit sekali, hanya libur semester."

Meski begitu, hingga lulus pun keduanya sama-sama masih intens menjaga hubungan. Terpikir ide untuk membuka usaha lagi bersama.

Barulah ide untuk membuka usaha rotan seperti orangtua Anggra, menjadi pilihan keduanya.

Namun, Anggra dan Rikie tak ingin membebani kedua orangtua untuk perjuangan membangun bisnisnya itu.

Alhasil langkah pertama untuk membangun bisnis rotannya tersebut, Anggra dan Rikie mencari produsen rotan lokal di Cirebon.

Uniknya, keduanya membuat desain sendiri yang kemudian dipasarkan. Tanpa modal, sistem penjualan awal bisnis keduanya tersebut sangat sederhana.

"Kita coba jual ayunan gantung lewat penjualan online, setiap ada konsumen kita haruskan dp untuk memesan, dp tersebut kita kasih lagi untuk produsen rotan lokalnya, baru setelah pembayaran lunas, laba pertama yang kita dapat kita putar lagi untuk menambah modal, jadi sama sekali nggak pakai modal untuk membangun bisnis Dewi Rotan ini," jelasnya.

Mengelola bisnis rotan dengan sistem online tentu punya resiko tersendiri. Terlebih lagi dengan jarak yang memisahkan keduanya, membuat Anggra dan Rikie harus pintar-pintar berkomunikasi.

Setiap ada permasalahan yang terjadi pada bisnisnya tersebut, keduanya coba untuk menyelesaikan dengan bijak.

"Rikie di Bogor aku di Cirebon, jadi kami bagi tugas, Rikie lebih ke mengelola online, aku lebih ke toko dan pesanan produk di produksi."

Dengan brand yang diberi nama Dewi Rotan, mulai dari sekedar bisnis kecil lewat online saat ini bisnis rotan asli dan rotan sintetisnya itu sudah berhasil mendirikan 3 toko rotannya dengan toko pusat di Cirebon dan dua cabang di Bogor dan Bekasi.

Bahkan ke depannya, keduanya juga akan mendirikan cabang lainnya di Tangerang.

Lewat bisnis yang dibangun bersama itu, keduanya dapat menghasilkan pundi-pundi rupiah yang tak tanggung-tanggu jumlahnya.

Hanya pada penjualan online, keduanya mampu meraup omzet hingga Rp 50 juta, omzetnya tersebut belum dihitung dengan omzet penjualan dari cabangnya yang lain.

"Alhamdulillah semua berkat usaha dan kepercayaan antara kami, dulu buka bisnis hanya sekedar untuk jajan pacaran, sekarang sudah untuk menikah," ucapnya.

Perjalanan kisah cinta keduanya tersebut akan berbuah manis, pada Agustus mendatang, Anggra dan Rikie akan resmi melangsungkan pernikahannya.

Usaha dan penantian haruslah berjalan beriringan. Kisah cinta antara Anggra dan Riki tersebut serasi dengan kutipan penulis novel, Tere Liye.

Siapa yang meletakkan cintanya hanya di mata, maka hanya sampai di sanalah awal dan akhir semua kisah.

Siapa yang meletakkan cintanya hanya di kaki dan tangan, maka juga hanya di sanalah tempat terjauh yang bisa digapai.

Tapi barangsiapa yang meletakkan cintanya di hati, mematuhi aturan main dan senantiasa bersabar, maka dari sanalah semua kisah akan mekar bercahaya, wangi memesona. (*)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Goris Mustaqim, Nomine Asias Best Young Entrepreneur Award Asal Garut


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler