BMKG Mengimbau Nelayan Mewaspadai Gelombang Tinggi 2,5 Meter di Perairan NTT

Sabtu, 17 Desember 2022 – 17:35 WIB
Ilustrasi - Puluhan unit perahu dan kapal nelayan yang lego jangkar di sekitar Pelabuhan Perikanan Tenau, Kota Kupang, NTT. (ANTARA/Aloysius Lewokeda)

jpnn.com - KUPANG - Gelombang setinggi hingga 2,5 meter berpotensi melanda beberapa titik wilayah perairan laut di Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam beberapa hari ke depan.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau nelayan agar mewaspadai potensi gelombang tinggi hingga 2,5 meter tersebut. 

BACA JUGA: Peringatan Dini, Gelombang Tinggi 6 Meter Berpotensi Melanda Wilayah Ini

"Potensi gelombang laut dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter beresiko tinggi terhadap pelayaran perahu nelayan maupun kapal tongkang sehingga perlu diwaspadai bersama," kata Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang BMKG Syaeful Hadi di Kupang, Sabtu (17/12).

Syaeful menyampaikan hal itu berkaitan dengan peringatan dini cuaca maritim di wilayah perairan laut NTT yang berlaku selama 18-20 Desember.

BACA JUGA: Masuk Perairan Australia Tanpa Izin, 4 Nelayan NTT Didenda Ratusan Juta Rupiah

Syaeful menyebutkan beberapa titik perairan NTT yang berpotensi dilanda gelombang dengan ketinggian sedang (1,25-2,5 meter),  yaitu Selat Sumba bagian barat, Laut Sawu bagian selatan dan utara, Samudera Hindia selatan Sumba Sabu, Selat Alor-Pantar, perairan selatan Kupang-Rote, dan Samudera Hindia selatan Kupang-Rote.

Khusus di wilayah laut Samudera Hindia selatan Sumba-Sabu, kata dia, juga berpotensi dilanda gelombang tinggi (2,5-4 meter) yang berisiko tinggi terhadap pelayaran kapal feri.

BACA JUGA: Ya Ampun, Satu Lagi Oknum Polisi Terlibat Penipuan Casis Polri di NTT

Syaeful mengimbau nelayan maupun operator kapal agar meningkatkan kewaspadaan ketika hendak melintasi sejumlah titik wilayah laut tersebut untuk keamanan dan keselamatan pelayaran. "Jika gelombang laut mencapai ketinggian maksimum maka sebaiknya para nelayan tidak melintasi titik perairan tersebut," imbau Syaeful.

Selain gelombang tinggi, hasil analisis kondisi sinoptik menunjukkan umumnya angin bertiup dari arah tenggara ke barat daya dengan kecepatan 1-6 skala beaufort.

Dia mengingatkan para nelayan dan operator kapal agar terus memantau perkembangan cuaca maritim dari BMKG sebagai referensi untuk menentukan kegiatan pelayaran agar terhindar dari dampak cuaca yang dapat mengancam keselamatan. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Kusdharmadi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler