BNPB Sebut 99 Persen Kebakaran Hutan Karena Disengaja

Kamis, 18 September 2014 – 21:03 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan 99 persen kebakaran di Indonesia terjadi karena aktivitas masyarakat dalam membuka lahan perkebunan baru. Biasanya mereka membakar lahan untuk membuat lahan yang baru itu. 

"Kami berharap penegak hukum Polri, PPNS Kementerian Kehutanan, lingkungan hidup dan pertanian meningkatkan pengawasan dan menindak pelaku pembakaran hutan ini, karena pembakaran hutan itu menimbulkan kerugian besar bagi pemerintah dan masyarakat," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, Kamis (18/9).

BACA JUGA: Festival Kuliner Gairahkan Ekonomi Rakyat

Sutopo menjelaskan, motif membakar hutan untuk membuka lahan menjadi pilihan masyarakat karena memakan biaya yang relatif murah. Pembakaran hutan hanya menghabiskan biaya Rp 500 ribu hingga Rp750 ribu untuk lahan rata-rata luas 10 hektare. Selain itu, pembakaran hutan dilakukan oleh kelompok terorganisir. Biasanya untuk membuka perkebunan sawit.

"Perusahaan perkebunan yang melakukan pembakaran ini tidak mampu mengendalikan api karena tidak memiliki peralatan yang memadai, sehingga api berpindah dengan mudah ke lahan lainnya," ujarnya. 

BACA JUGA: Speedboat Celaka, Satu Penumpang Tewas, 17 Orang Terluka

Menurut dia, sebaran asap kebakaran hutan di Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah ke Singapura, Malaysia dan Serawak. "Tentu saja sebaran asap kebakaran ini mengganggu hubungan diplomatik dengan negara-negara yang terkena dampak asap," ujarnya.

Karenanya BNPB mengimbau masyarakat khususnya pengusaha perkebunan dan petani untuk tidak melakukan pembakaran lahan selama musim kemarau yang disertai angin cukup kencang ini. (ant/ar/mas)

BACA JUGA: Bersaing dengan Surabaya, Tarakan Unggulkan KKMB

BACA ARTIKEL LAINNYA... Diduga Anggota ISIS, Penumpang Kapal Bawa Jimat Kebal Ditangkap


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler