BNPT Siapkan SOP Keamanan Obvitnas Energi

Kamis, 19 Juli 2018 – 02:43 WIB
Suhardi Alius. Foto: BNPT

jpnn.com, JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyiapkan standar operasional prosedur (SOP) sistem keamanan objek vital nasional (obvitnas) bidang energi dan sumber daya mineral subbidang mineral dan batu bara dalam menghadapi ancaman terorisme.

Kepala BNPT Suhardi Alius mengatakan, SOP itu sangat penting untuk mengatasi dinamika terorisme yang terus berubah dan menyasar siapa pun.

BACA JUGA: Otak Bom Thamrin Belum Dieksekusi karena Masih Menunggu Ini

“Kalau dulu mereka menyasar apa-apa yang berbau Amerika Serikat, sekarang semuanya disasar. Bahkan tidak hanya aparat, obvitnas pun bisa menjadi target mereka. Intinya, mereka selalu mencari titik lemah kita,” kata Suhardi, Rabu (18/7).

Menurut Suhardi, obvitnas menjadi salah satu concern BNPT.

BACA JUGA: Jokowi Minta Aparat dan Masyarakat Bersinergi Pukul Teroris

Pasalnya, obvitnas, terutama tambang mineral dan batu bara memiliki peran penting dalam sistem perekonomian di Indonesia.

Contohnya adalah batu bara yang banyak digunakan untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

BACA JUGA: Perkuat Pengawasan untuk Persempit Terorisme Lintas Negara

“Tugas kami mendesain dan menyimulasikan SOP ini apabila terjadi serangan teror dan bagaimana langkah-langkahnya. SOP ini dibuat dengan melibatkan seluruh stakeholder dan sekarang kami sosialisasikan,” tambah Suhardi.

Dia menuturkan, SOP ini akan menjadi gambaran dan panduan serta berlaku pada saat tertentu.

Namun, ke depan SOP ini akan terus berkembang sesuai dengan modus operandinya.

Intinya, BNPT ingin memberikan SOP yang terbaik sehingga obvitnas subbidang mineral dan batu bara tidak terganggu terorisme.

Suhardi meminta SOP itu dijalankan secara konsisten. Pasalnya, fenomena terorisme terus berkembang tidak mengenal tempat dan waktu.

“Buktinya fenomena lone wolf. Menghadapi dinamika ini, kita harus menyiapkan langkah pencegahan dan penangananya jangan sampai obvitnas tidak memiliki SOP. Sebab, kalau terjadi serangan, cost-nya sangat mahal,” terang mantan Sestama Lemhanas itu. (jos/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Jerman Pelajari Cara Indonesia Tangani Terorisme


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
BNPT   terorisme  

Terpopuler