Bocah Tenggelam di Kubangan Bekas Tambang

Rabu, 02 Mei 2018 – 18:48 WIB
Tenggelam. Ilustrasi. Foto: Pixabay

jpnn.com, GRESIK - Muhammad Tri Ramadhani, tewas tenggelam di kubangan bekas tambang galian C, Desa Wadeng, Kecamatan Sidayu, Selasa (1/5). Saat itu bocah 11 tahun tersebut sedang bermain.

Ibunda Rama, Zulaikha dan Kasto, suaminya, tidak tahu. Putra mereka, Rama -panggilan Ramadhani- pagi itu bermain di kubangan bekas tambang.

BACA JUGA: Jasad Nadin dan Manda Ditemukan, Tangis 2 Keluarga Ini Pecah

Rama keluar rumah pagi-pagi sekali. Dia bermain dengan tujuh temannya. Semua anak-anak. ''Tidak pamit,'' kata Kasto.

Menurut warga Desa Sukorejo, Sidayu, tersebut, Rama mulai keluar rumah pukul 06.00.

BACA JUGA: Berupaya Selamatkan Teman, Bocah Ini Malah Ikut Tenggelam

Dia pergi bersama Riki, Aril, Yoga, Dani, Febiyan, Firsa, dan Fajar. Kedelapan bocah tersebut hendak berenang. Mereka membawa batang pohon pisang. Maksudnya untuk pelampung.

Ramai-ramai delapan anak itu menuju bekas tambang di Desa Wadeng. Mereka tiba sekitar pukul 07.00.

BACA JUGA: Lokasi Bekas Tambang Sangat Potensial jadi Destinasi Wisata

Beberapa anak melepas pakaian. Lalu, mereka melompat ke kubangan air. Teriakan gembira terdengar.

Sambil menunggu teman yang lain, mereka berpegangan batang pohon pisang itu. Panjangnya sekitar 4 meter.

Nahas terjadi. Tiba-tiba batang pohon pisang itu oleng. Rama terempas ke tengah kubangan.

Panik dan gelagapan. Dia berteriak minta tolong. Melambai-lambaikan tangan. Teman-temannya tidak berani mendekat.

Sebab, kubangan air tersebut cukup dalam. Sedalam 3 meter hingga 4 meter.

Teman-teman Rama memilih menepi. Mereka lalu meminta bantuan kepada penduduk sekitar. Beberapa warga datang di lokasi kejadian.

''Ada yang menghubungi kantor kami,'' kata Kanitreskrim Polsek Sidayu Aiptu Bakhtiaris.

Anggota polisi segera meluncur ke lokasi kejadian. Medan yang ditempuh berat. Selain menanjak, jalannya berlumpur.

Polisi sampai menggunakan mobil pikap dobel kabin agar bisa menaklukkan medan dengan cepat.

Beberapa anggota dibantu warga sekitar masuk ke kubangan air. Tubuh korban ditemukan.

Namun, nyawa Rama tidak bisa ditolong. Teman-temannya bingung. Ada pula yang menangis. Mereka takut disalahkan.

''Saya tidak tahu,'' ucap Aril.

Tubuh Rama lantas dievakuasi ke darat. Jenazah bocah kelas IV SD itu langsung dibawa ke rumah duka dengan menggunakan mobil polisi. Suasana duka menyeruak.

Keluarga tidak membuat laporan polisi. Mereka juga belum bisa dimintai keterangan.

''Sedang berduka,'' kata Kapolsek Sidayu AKP Siswanto.

Meski demikian, Polsek Sidayu tetap berkoordinasi dengan tim identifikasi Polres Gresik.

Sekitar pukul 09.00 tim identifikasi tiba di lokasi kejadian. Garis polisi dipasang. Olah tempat kejadian perkara (TKP) dilakukan.

AKP Siswanto mengatakan, di area bekas tambang itu sejatinya ada penjaga. Namun, anak-anak berangkat ke lokasi sangat pagi.

Penjaga yang bertugas belum datang. Lokasi tersebut juga bukan tempat umum.

Sudah ada spanduk larangan. Isinya, peringatan bahwa area bekas tambang tersebut berbahaya. ''Tapi, namanya anak-anak,'' ucapnya.

AKP Siswanto mengimbau orang tua agar lebih memperhatikan anak-anaknya. Sebab, kejadian tersebut bukan kali pertama. Kasus anak tenggelam juga pernah terjadi di Balongpanggang.

''Yang jelas, pengawasan dari orang tua perlu ditingkatkan,'' tandasnya. (adi/c4/roz/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bocah SD Tenggelam Saat Mandi di Sungai Lubuk Nagodang


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler