Bocoran Al Jazeera Panaskan Palestina

Deal dengan Israel, Fatah Khianati Rakyat

Selasa, 25 Januari 2011 – 05:25 WIB

KOTA GAZA - Palestina kembali bergolakHarakah Al Muqawamah Al Islamiyah (Hamas) menuduh Gerakan Fatah berkhianat terhadap rakyat Palestina

BACA JUGA: Dialog Nuklir Iran Gagal

Gara-garanya adalah dokumen rahasia tentang kesepakatan Palestina-Israel yang dibocorkan Al Jazeera kemarin (24/1).
   
"Dokumen rahasia yang bocor ini menunjukkan kepada kita semua wajah buruk pemerintahan (Fatah) dan tingkat kerja sama mereka dengan penjajah (Israel)," tandas Jubir Hamas Sami Abu Zuhri seperti dilansir Agence France-Presse
Dalam dokumen itu tampak bahwa para politikus Fatah yang duduk di pemerintahan menawarkan sejumlah besar wilayah di kawasan Jerusalem Timur kepada Israel

BACA JUGA: Pejabat Malaysia Wajib Cek Kesehatan



Berdasar dokumen tersebut, diketahui bahwa Fatah menjalin dialog intensif dengan Israel terkait dengan Jerusalem Timur sejak sekitar satu dekade lalu
"Dokumen yang dibocorkan Al Jazeera ini sangat serius," tandas Zuhri

BACA JUGA: Bencana Paling Menguras Duit Australia



Dia menyesalkan sikap Fatah yang terlalu tunduk kepada Israel dan negara-negara BaratBahkan, Fatah terkesan mendukung upaya Israel untuk mencegah lahirnya negara Palestina. 

Menurut politikus senior Hamas itu, Fatah sudah mengkhianati rakyat PalestinaSebab, selama ini rakyat ingin merdeka dan bebas dari pendudukan Israel"Bekerja sama dengan Israel justru semakin menunjukkan keburukan FatahMereka sepertinya tidak peduli lagi pada cita-cita Palestina untuk membebaskan Jerusalem Timur dari Israel dan membebaskan para tahanan politik," tegas Zuhri.

Dokumen rahasia itu, lanjut Zuhri, menjadi benang merah sikap "moderat" FatahBertolak pada prinsip tersebut, Fatah menentang sikap radikal Hamas dan perlawanan militan-militan Kota Gaza serta Tepi Barat terhadap IsraelSelama ini, sebagai pemangku otoritas Palestina, suara Fatah-lah yang lebih banyak didengar masyarakat internasionalAkibatnya, dunia menempatkan Hamas sebagai tokoh antagonis.  

Hamas dan Fatah memang punya sejarah panjang konflikLebih-lebih setelah Hamas memenangi pemilu Palestina pada 2006Kemenangan tersebut memaksa Fatah berbagi kekuasaan dengan HamasKarena itu, terciptalah pemerintahan persatuan pada 2007Sayang, pemerintahan Hamas yang dipimpin Perdana Menteri (PM) Ismail Haniya tidak diakui dunia

Kesal karena diperlakukan tidak adil, Hamas lantas mengambil alih Gaza lewat kontak senjataPada Juni 2007 Hamas sukses menguasai Gaza dan mendepak seluruh politikus serta pasukan Fatah dari wilayah tersebutSejak saat itu Palestina seperti terbelah menjadi duaKubu Fatah yang dipimpin Presiden Mahmoud Abbas dan diakui dunia dan kubu Hamas yang hanya menguasai Gaza

Hubungan panas-dingin Hamas dan Fatah memburuk setelah situs peniup peluit (whistleblower) WikiLeaks membocorkan rencana buruk pemerintahan AbbasKonon, pada 2007 Fatah mendesak Israel agar menyerang Hamas di GazaBukan hanya itu, WikiLeaks mengungkap bahwa Fatah pernah menawarkan bantuan kepada Israel dalam Operation Cast Lead

Tapi, Israel menolak bantuan yang ditawarkan pada 2008 tersebutSelanjutnya, pada pengujung 2008 Israel melancarkan sendiri Operation Cast Lead ke GazaDalam pertempuran 22 hari yang berakhir dengan gencatan senjata pada 18 Januari 2009 itu, sebanyak 1.400 warga Palestina meninggalLebih dari separonya adalah warga sipilSedangkan Israel hanya kehilangan sepuluh serdadu dan tiga warga sipil(hep/c10/dos)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Yaman Terinspirasi Tunisia


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler