Boediono dan Sri Mulyani Diminta Non-aktif

Rabu, 25 November 2009 – 20:10 WIB
JAKARTA - Ekonom Dradjad Hari Wibowo meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk menon-aktifkan Wakil Presiden Boediono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani, pada saat berlangsungnya investigasi yang dilakukan panitia angket kasus bailout Bank Century"Penonaktifan ini bertujuan untuk menghargai proses investigasi yang nanti berjalan, sekaligus menjaga hubungan antar-lembaga pemerintahan," kata Dradjat, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (25/11).

Namun sebaliknya, pernyataan non-aktif tersebut dinilai oleh Ketua DPR Marzuki Alie sebagai permintaan yang gegabah dan terlalu terburu-buru

BACA JUGA: Komisi III Pertanyakan Jatah Century Susno

"Persoalan non-aktif, kita harus lihat dulu prosesnya
Jangan asal grasak-grusuk,” kata politisi Partai Demokrat ini.

Marzuki pun meminta agar masyarakat tetap mengikuti sistem dan tatanan yang ada, sehingga semua pihak bekerja berdasarkan rasionalitas dan tidak melanggar UU

BACA JUGA: Susno: Jangankan Jabatan, Nyawa pun Diserahkan

Selain itu katanya, tindakan gegabah dikhawatirkan justru bisa salah sasaran
"Saya tidak mau bicara aktif dan non-aktif

BACA JUGA: Kata Pengamat, Ada yang Disembunyikan

Kita serahkan saja kepada proses hukumKalau nanti ada keterlibatan, UU mewajibkan non-aktif, ya, kita ikutiJangan karena opini, lalu hukum dilanggar," tegasnya.

Sementara itu, salah seorang inisiator hak angket dari Fraksi Golkar, Jeffry Geovanni, mengungkapkan bahwa untuk menelusuri ke mana saja aliran dana Bank Century meluncur, DPR bisa menggunakan dua caraYang pertama, katanya, DPR meminta kesediaan Presiden SBY untuk mengeluarkan Perppu.

Kalau itu tidak dipenuhi Presiden, katanya lagi, dalam cara yang kedua, DPR bisa menggunakan UU No 25 Tahun 2003 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang, pasal 26 huruf H"Tapi yang terbaik itu adalah opsi pertamaSebab dengan dikeluarkannya Perppu, paling tidak SBY bisa menghilangkan persepsi publik yang menilai bahwa SBY dan PD diduga menerima aliran dana Bank Century," ungkapnya.

"Jadi sebenarnya ini masalah kemauan sajaIni juga penting bagi SBY, untuk membersihkan citra yang sudah terbentuk oleh masyarakat bahwa PD diduga menerima aliran dana itu," imbuhnya(fas/JPNN)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Penghargaan untuk Situs Ramadhan Pohan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler