Bom Al Shabaab Hancurkan Masjid Somalia

Senin, 03 September 2018 – 14:48 WIB
Bom meledak di Ibu Kota Somalia, Mogadishu, Minggu (2/9). Milisi Al Shabaab mengaku bertanggung jawab. Foto: EPA

jpnn.com, MOGADISHU - Ledakan bom mengguncang Distrik Hawlwadag, Mogadishu, Somalia, Minggu (2/9). Gedung milik pemerintah kota, sekolah, dan beberapa rumah pun hancur. Selain itu, atap sebuah masjid di dekat lokasi ikut rusak.

Kelompok militan Al Shabaab menjadi dalang di balik serangan yang menghilangkan nyawa enam orang tersebut. Si pengebom juga tewas.

BACA JUGA: Pendekatan Lunak Lebih Efektif Tanggulangi Terorisme

''Belasan orang lainnya terluka,'' terang petugas kepolisian Mohamed Hussein kepada Reuters. Jumlah korban bisa jadi merangkak naik. Sebab, mereka yang tertimbun reruntuhan masih dievakuasi.

Pelaku meledakkan mobil yang berisi bahan peledak di depan pintu gerbang kantor pusat Distrik Hawlwadag. Di antara korban tewas, tiga orang merupakan petugas keamanan.

BACA JUGA: Pencegahan Terorisme di Perbatasan Butuh Pendekatan Khusus

Mereka berusaha menghentikan laju mobil tersebut saat akan memasuki gedung pemerintahan. Tak disangka, nyawa mereka justru melayang.

Korban tewas lainya adalah penduduk sipil. Saat itu sekolah yang berada di dekat lokasi tidak libur. Beruntung, anak-anak sedang beristirahat dan mayoritas berada di luar ruangan.

BACA JUGA: Osama di Mata Ibu: Bocah Pemalu yang Dirusak Ekstremis

Jika tidak, mereka mungkin bakal tertimbun reruntuhan. Salah seorang saksi, Halimah Mohamed, menyatakan melihat mayat-mayat tergeletak pasca ledakan.

''Target kami adalah kantor distrik yang tengah dipakai rapat. Kami menewaskan sepuluh orang sejauh ini,'' kata Abdiasis Abu Musab, juru bicara operasi militer Al Shabaab.

Meski begitu, pemerintah Somalia menganggap serangan kali ini gagal karena korban jiwanya tidak banyak.

Somalia mengalami guncangan dan kericuhan sejak pemerintahan militer digulingkan pada 1991. Presiden Ketiga Somalia Mohamed Siad Barre tidak bisa menerima kekuasaannya diambil alih.

Dia kemudian memimpin pasukan untuk memberontak. Saat ini hampir tidak ada wilayah Somalia yang tidak dipakai sebagai medan perang. (sha/c14/sof)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Napi Kasus Terorisme Tersebar di 113 Lapas


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler