Bom Guncang Markas Wartawan

Rabu, 23 Desember 2009 – 00:35 WIB
Foto : AFP
PESHAWAR - Aksi bom bunuh diri bukan hanya militer dan warga sipil, tetapi juga kalangan jurnalisKemarin serangan bom yang diduga dilakukan Taliban itu meledak tepat di depan Peshawar Press Club, gedung tempat jurnalis Pakistan bermarkas

BACA JUGA: Kereta Eurostar Sudah Jalan Lagi



Akibat ledakan tersebut empat tewas
Masing-masing seorang polisi, pekerja press club, seorang wanita dan pelaku pengeboman

BACA JUGA: Harga Minyak Mentah Dunia Turun

Serta melukai 17 orang lain, 4 diantaranya wartawan.
    
"Jurnalis memainkan peranan penting dalam perang kami dengan mengekspose teroris
Maka mereka juga menjadi target seperti masjid, pasar, dan institusi keamanan," tutur Mian Iftikhar Hussain, Menteri Informasi untuk Provinsi Perbatasan Barat Laut seperti dilansir Associated Press

BACA JUGA: Badai Salju Timbun Washington


   
Menurut saksi mata pemuda pelaku pengeboman itu meledakkan dirinya tepat ketika polisi berusaha menghadangnya memasuki gedung press clubLedakan hebat langsung meluluhlantakkan jendela dan melukai orang-orang di sekitarnyaTermasuk penjaga dan warga sipil. 
    
"Usianya di bawah 20 tahun dengan jerawat di wajah dan bertubuh pendek," jelas Liaquat Ali, pemimpin kepolisian Peshawar kepada AFP.
    
Shamim Shahid selaku presiden press club mengaku kalau kelompok jurnalis itu kerap menerima ancaman dan surat peringatan"Militan tak senang dengan kami karena koran menyebut mereka sebagai terorisMereka ingin ditulis sebagai Taliban," tutur Fayad Aziz, fotografer harian Jangi kepada AFP.
    
Atas insiden tersebut Persatuan Jurnalis Federal Pakistan meminta pemerintah untuk meningkatkan keamanan bagi para jurnalisMereka menilai pemerintah belum maksimal dalam memberikan pengamanan. 
    
Taliban membantah mendalangi aksi ituPengeboman tersebut justru dikecam oleh pemimpin Taliban Hakimullah MehsudPihaknya menyebarkan selebaran yang disertai tanda tangan dan namanyaIsinya mengatakan bahwa siapapun yang melakukan kekerasan itu dianggap bersalah di mata Taliban Pakistan dan akan dihukum. (war/ami)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Dilarang Bertualang, ABG Kabur ke Karibia


Redaktur : Antoni

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler