Borobudur, Ayam Bangkok dan Waisak

Rabu, 20 April 2016 – 22:42 WIB
Candi Borobudur. Foto: Dok.JPNN.com.

jpnn.com - TIDAKKAH Anda membayangkan ibukota Thailand ketika menyebut, pun melihat ayam bangkok? 

Ya, ayam aduan ini memang berasal dari Thailand--kawan lama Indonesia.

BACA JUGA: Mereka Menyelam di Air Keruh, Penghasilan per Hari Segini

Wenri Wanhar - Jawa Pos National Network 

Menarik lini masa, hubungan leluhur  Indonesia dan nenek moyang Thailand sudah terjalin sejak zaman baheula. 

BACA JUGA: HEBAT! Musa Diwawancarai Sejumlah Media di Mesir

Setidaknya sejak zaman kejayaan Sriwijaya yang berpusat di tanah Swarnadipa--Sumatera. 

Satu di antara buktinya, keberadaan candi-candi Budha khas Sriwijaya di daerah Chaiya, Surat Thani. Bagian Selatan Thailand.

BACA JUGA: Pemain Bola Profesional Banting Setir jadi Model, Diajak Main Sinetron

Selain ayam bangkok, jejak tapak Thailand membumi di Museum Nasional--yang hanya sepelemparan batu dari Tugu Monas, Jakarta.  

Patung gajah di pekarangan museum, yang bikin orang Jakarta menyebutnya Museum Gajah, adalah pemberian Raja Thailand Chulalongkorn pada akhir abad 19.

Borobudur dan Waisak 2016

Laksana menegur-sapa kawan lama, pemerintah Indonesia melalui Kementrian Pariwisata dan Kedutaan Besar RI di Bangkok menghelat Wonderful Indonesia Festival di Thailand. 

Candi Borobudur menjadi ikon diplomasi kebudayaan tersebut.

Sebagaimana diketahui, Candi Borobudur di dataran tinggi Kedu, Jawa Tengah yang dibangun oleh Wangsa Sailendra dari Sriwijaya, merupakan candi Budha terbesar di dunia.

"Sudah tepat menjadikan Borobudur sebagai ikon," kata Menteri Pariwisata Arif Yahya.

Apalagi, penduduk Thailand yang 90 persen beragama Budha, 22 Mei 2016 mendatang akan merayakan Hari Raya Waisak.

Menurut Arif, saat ini Borobudur masih dikunjungi 250.000 wisman. Padahal Angkorwat yang lebih kecil, lebih muda, sudah didatangi 2,5 juta orang. 

"Kita hanya kebagian 10 persen saja," ujarnya.  

Diplomasi kebudayaan ke Thailand dinilai efektif menarik wisatawan. 

Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara, I Gde Pitana, Selasa (19/4) lalu mengatakan, acara didahului roadshow di dua kota. Songkhla dan Bangkok, 19-23 April. 

Kemudian, festival kebudayaan Indonesia di Siam Paragon, 22-24 April.

Rangkaian diplomasi kebudayaan tersebut, diakhiri dengan Fam Trip Trail of Civilization ke Borobudur, 18 hingga 23 Mei--momen Waisak.

Di sela itu, pada 20 Mei ada semacam pre-event perjalanan ziarah bertajuk “Sunrise Prayer” yang dipimpin Bhikkhu Sri Pannyavaro Mahathera. 

Rute ziarahnya; Candi Borobudur, Mendut, Prambanan, Sewu, Plaosan dan Kalasan. 

Menurut I Gde Pitana, agenda ini akan diikuti biksu-biksu dari Thailand, Singapura, Malaysia, Vietnam, Kamboja, Myanmar dan Laos. (wow/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Hebat! Begini Cara Mereka Mensyukuri Nikmat


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler