Bos Ditebas Anak Buah Pakai Parang, Leher Menganga

Senin, 14 November 2016 – 00:43 WIB
AM tersangka pembunuhan di Jalan Hang Tuah diamankan Anggota Polsek Tenayan Raya Kota Pekanbaru, Minggu (13/11). Foto: Sakiman/Riau Pos/JPNN.com

jpnn.com - PEKANBARU - Deri (38), warga Jalan Hang Tuah Ujung, Kelurahan Kulim Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru, Riau, menghembuskan napas terakhirnya dengan cara mengenaskan.

Korban ditebas dengan sebilah parang oleh seorang mekanik bengkel yang tak lain adalah karyawannya sendiri.

BACA JUGA: Heboh! Warga Temukan Bayi di Kolong, Alhamdulillah

Ceceran darah pemilik bengkel mobil itu terlihat menyebar di lokasi kejadian.

Peristiwa itu terjadi, Sabtu (12/11) sekitar pukul 20.00 WIB.

BACA JUGA: Dua Cewek Gugup saat Didekati Polisi, Ternyata...

Awalnya korban bersama adik kandungnya Andi dan Indra ( pekerja bengkel).

Sedangkan pelaku AM (30) sedang berada di bengkel Omega milik korban di Jalan Hangtuah Ujung Gang Ikhlas Kelurahan Sail Kecamatan Tenayan Raya Pekanbaru.

BACA JUGA: RASAIN! Bukannya Dapat Uang tapi Menghuni Sel Tahanan

Tidak beberapa lama kemudian sekitar pukul 20.15 WIB, Andi dan Indra pulang ke rumah dan meninggalkan Deri dan AM di bengkel.

Entah apa yang memicu pertengkaran antara korban dan pelaku, pelaku AM langsung mengayunkan sebilah parang ke leher sebelah kiri korban.

Darah segar mengcur dari tubuh korban dan langsung terjatuh.

"Usai terkena bacokan parang pelaku, korban sempat berlari minta tolong, namun naas karena darah sudah banyak yang keluar, akhirnya korban tidak mampu berjalan dan tumbang di tempat kejadian," jelas Rio (31) salah seorang warga setempat menceritakan peristiwa tersebut.

Dengan leher yang menganga menyucurkan darah segar, korban sempat terseok seok menuju jalan Hang Tuah, sekitar 20 meter dari tempat kejadian awal.

Tepat di simpang Gang Ikhlas korban terjatuh dan langsung meninggal dunia.

Sesaat setelah kejadian adik korban Andi mendapat telephoen dari Suharno, pemilik ponsel Zone yang bertepatan berada di depan bengkel Omega milik korban, memberitahukan bahwa saudaranya terluka dan meninggal dunia.

Pihak kepolisian yang mengetahui peristiwa tersebut langsung ke lokasi.

Akibat peristiwa itu korban mengalami luka robek yang menganga di leher dengan panjang kurang lebih 15 cm.

Di lokasi petugas kepolisian Polsek Tenayan Raya mengamankan barang bukti satu parang panjang 50 cm, pakaian korban serta sandal korban. Jasad korban dibawa ke RSUD Arifin Achmad.

Sekitar pukul 22.00 WIb Brigadir Lardson Dean, anggota kepolisian Polsek Rumbai, menghubungi anggota Polsek Tenayan Raya, bahwa mendapatkan informasi tentang keberadaan pelaku di Wisma Dwi Dharma jalan Nenas Sukajadi.

Petugas Polsek Tenayan Raya langsung ke lokasi menangkap pelaku di salah satu kamar karyawan Wisma. Saat itu pelaku mengakui bahwa ia telah melakukan perbuatan tersebut.

Pelaku mengaku nekad melakukan perbuatan itu karena korban tidak mau meminjamkan uang.

"Dibilangnya duit, duit, aja," terang pelaku kepada petugas.

Dengan ucapan itu pelaku akhirnya marah hingga terjadilah keributan antara pelaku dan korban.

Hingga pelaku mengambil parang yang berada di bengkel yang sebelumnya sudah dipersiapkan pelaku.

"Saya bekerja di sana sejak bulan September 2016 lalu. Selama bekerja saya juga sering merasa sakit hati dengan korban karena dituduh menghilangkan barang-barang di dalam bengkelnya," ujar pelaku kepada petugas.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya pelaku terpaksa mendekam di sel tahanan Polsek Tenayan Raya. (man/sam/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... 74 Bonek Lepas, Dua Dibawa ke Tempat Ini


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler