BPT Hadirkan ISLA Web Malware Isolation System

Rabu, 02 Agustus 2017 – 01:40 WIB
BPT Hadirkan ISLA Web Malware Isolation System dari Cyberinc. Foto: Istimewa for JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Serangan siber terus meningkat di seluruh dunia. Ponemon Institute mencatat 81 persen serangan virus alias malware terjadi melalui aplikasi web browser.

Secara konvensional, solusi keamanan untuk browser menggunakan pendekatan detect dan respond.

BACA JUGA: Menteri Rudiantara Bertemu Bos Telegram, Inilah Hasilnya

Dengan banyaknya virus yang muncul setiap detiknya, pendekatan lama untuk mendeteksi dan merespons tidak lagi menjadi sebuah pilihan yang layak. Pendekatan detect dan  respond yang konvensional tidak lagi efektif.

Sebab, tidak semua malware yang dibawa melalui web yang memasuki jaringan perusahaan dapat dideteksi.

BACA JUGA: Epson dan Agate Studio Kolaborasi di Bekraf Game Prime

Karena itu, Blue Power Technology (BPT) yang merupakan anak perusahaan CTI Group telah menandatangani kerja sama strategis dengan Cyberinc yang bermarkas di Amerika Serikat untuk memperkenalkan ISLA Web Malware Isolation System di Indonesia.

ISLA merupakan salah satu produk perintis industri yang idenya bermula dari SpaceX (American Aerospace and Space Transport Industry).

BACA JUGA: Top! Tim Robot Politeknik Negeri Batam Empat Besar Dunia

Produk itu untuk melindungi organisasi dari ancaman web paling maju dengan mengisolasi semua konten web di luar parimeter jaringan.

Pendekatan unik ini menghilangkan risiko drive-by-downloads, malvertizing, dan advanced phishing attacks hingga seluruh serangan yang berasal dari web.

Selain itu, juga memberikan pengalaman browsing yang nyaman bagi pengguna. ISLA telah sukses digunakan di berbagai lembaga keuangan, pemerintahan dan industri lainnya di Amerika Utara dan Eropa yang menjadi target serangan.

Mulai 1 Agustus 2017, ISLA akan tersedia untuk semua organisasi perusahaan dan pemerintah di Indonesia melalui jaringan penjualan dan distribusi yang dimiliki oleh BPT.       

Presiden Direktur BPT Lugas M. Satrio mengatakan, kasus cyber attacks yang marak terjadi mengindikasikan tidak efektifnya teknologi keamanan yang ada saat ini.

Teknologi yang ada saat ini belum bisa mengatasi kecepatan malware baru yang diluncurkan.

Situasi ini tentu saja menimbulkan keresahan bagi para CIO dan pebisnis.

Sebab, karyawan mereka telah menghabiskan banyak waktu melakukan kegiatan browsing internet setiap harinya.

“Indonesia sendiri merupakan salah satu negara dengan pertumbuhan pengguna internet tercepat yang mencapai 51 persen setiap tahunnya. Proposisi nilai yang ditawarkan oleh ISLA dengan kemampuannya memberikan kebebasan melakukan web-browsing adalah hal yang menarik. Faktanya sampai saat ini belum ada solusi keamanan yang bisa menjamin keamanan web browsing 100 persen seperti yang ditawarkan ISLA,” ujarnya, Selasa (2/8).

Cyberinc ISLA Web Malware Isolation System mencegah web code yang tidak tepercaya, termasuk web malware yang dikenal maupun tidak dikenal yang masuk ke dalam firewall jaringan perusahaan.

ISLA secara fisik memisahkan dan mengisolasi web browser dan semua kode, termasuk potensial web malware di dalam appliance ISLA itu sendiri.

Menurut Gartner, teknologi isolasi merupakan salah satu dari top ten teknologi untuk keamanan di tahun 2017.

Lembaga riset tersebut mengatakan serangan berbasis browser adalah serangan yang paling sering dialami pengguna,dan teknologi isolasi dinilai yang paling efektif.

Sebab, aktivitas browsing akan diisolasi terpisah dari end point dan jaringan perusahaan. Karena itu, serangan web malware dapat diatasi secara signifikan.

CEO Cyberinc Samir Shah mengatakan, Indonesia memiliki 132 juta pengguna internet aktif.

Dengan serangan cyber yang semakin meningkat, dibutuhkan sebuah produk cyber security generasi lanjutan yang lebih andal.

ISLA adalah produk yang ideal bagi perusahaan dalam melindungi end-user  mereka dari serangan malwareyang dibawa oleh web.

“Kami sangat antusias bisa membawa ISLA ke Indonesia dalam kemitraan dengan BPT. BPT memiliki jaringan mitra kerja yang kuat, keahlian teknis yang andal, dan track record yang kredibel dalam keamanan informasi. Bersama-sama kami akan menggunakan ISLA untuk membantu mengamankan perusahaan di era digital ini,” ujarnya. (jos/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tegas, Pemerintah Paksa Telegram Hormati Kedaulatan Digital RI


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler