Brexit tak Ganggu Investasi Inggris di Indonesia

Senin, 27 Juni 2016 – 06:46 WIB
Ilustrasi. Foto: AFP

jpnn.com - JAKARTA – Komitmen perusahaan Inggris berinvetasi di Indonesia tak akan terganggu dengan kemenangan kubu Brexit. Investasi di bidang mineral, batu bara, serta minyak dan gas tetap akan berjalan seperti sedia kala.

’’Tidak ada perubahan yang signifikan pada investasi di sektor ESDM akibat Brexit. Kami akan terus menjalin dan meningkatkan hubungan investasi dengan investor luar negeri termasuk Inggris,’’ ujar Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian ESDM Sujatmiko kemarin (25/6).

BACA JUGA: Brexit Bikin Indeks Masih Rawan Koreksi

Brexit memang berpengaruh secara signifikan terhadap pergerakan orang, barang, dan jasa di Eropa. Namun, kekuatan ekonomi Inggris sebagai negara mandiri tetap bagus.

Karena itu, kebijakan Indonesia untuk menerima investor dari segala arah tidak berubah. Kegiatan produksi migas Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) asal Inggris seperti British Petroleum (BP) juga tidak ada masalah.

BACA JUGA: TNI AL Kerja Sama dengan Tiga Bank Nasional

Sebab, KKKS sudah terikat dengan kontrak yang tercantum pada rencana kerja dan anggaran (work plan and budget/WP&B) yang ditetapkan bersama SKK Migas. ’’Sudah terikat, jadi tidak akan terpengaruh juga,’’ tuturnya.

Kepala BKPM Franky Sibarani menilai, Brexit justru menjadi pemicu untuk berinvestasi di Indonesia. Franky juga meyakinkan pemerintah untuk tidak mengkhawatirkan perubahan rencana investasi karena umumnya bersifat jangka panjang.

BACA JUGA: Tambak tak Produktif, Diubah Jadi Lahan Wisata

Selama ini Inggris menjadi salah satu mitra utama Indonesia dan menjadi negara dengan peringkat kedelapan yang paling banyak menanamkan modal. Dalam kurun waktu 2010–2015, realisasi investasi Inggris mencapai USD 4,8 miliar atau sekitar Rp 63 triliun.

Nilai realisasi investasi tersebut jauh lebih banyak jika dibandingkan dengan komitmen investasi pada kurun waktu yang sama, yakni USD 3,1 miliar (Rp 41 triliun). ’’Kalau komitmen investasi pada Januari–Mei 2016 mencapai USD 111 juta (Rp 1,4 triliun),’’ jelasnya. (dim/jos/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Operator Besar Memonopoli di Luar Jawa, Pemain Kecil Tertantang


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler