Brigadir J Punya Ibu Guru Honorer, Masuk Polri Tanpa Uang

Selasa, 23 Agustus 2022 – 18:52 WIB
Ibunya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Rosti Simanjuntak, didampingi kerabatnya histeris saat mendatangi makam anaknya sebelum autopsi ulang di Sungai Bahar, Muarojambi, Jambi, Rabu (27/7/2022). Foto: ANTARA /Wahdi Septiawan/hp

jpnn.com - TANGERANG SELATAN - Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J yang meninggal pada 8 Juli 2022 resmi menyandang gelar sarjana hukum (SH).

Nama anggota Korps Brimob Polri itu ada dalam daftar peserta Wisuda II/2022 Universitas Terbuka, Rabu (23/8)

BACA JUGA: Ayah Brigadir J Hadiri Wisuda UT, Ada Cerita soal 2 Keinginan Tak Terlaksana

Prosesi wisudanya digelar Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Pondok Cabe, Tangerang, Banten.

Untuk prosesi itu, Yosua diwakili ayahnya, Samuel Hutabarat. Adapun ibunya, Rosti Simanjuntak, tidak bisa hadir.

BACA JUGA: Komnas HAM Sudah Periksa Istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Hasilnya?

Samuel didampingi oleh presenter cum aktivis Irma Hutabarat yang mewakili Rosti.

Menurut Irma, sebenarnya ibunda Brigadir J sangat menantikan prosesi wisuda itu. Rosti yang berpenghasilan pas-pasan sangat gigih mendorong anak-anaknya kuliah.

BACA JUGA: Suasana Haru Wisuda di UT, Keluarga Brigadir J: Ini Bunga untuk Yosua

"Ibunya Yosua hanya seorang guru honorer yang digaji Rp 600 ribu per bulan dan dibayar per triwulan," kata Irma dalam jumpa pers di UTCC.

Rosti, kata Irma, selalu menanamkan pentingnya pendidikan kepada Yosua dan saudara-saudaranya. Yosua memiliki satu kakak dan dua adik.

Irma menjelaskan Rosti merupakan lulusan UT. Selanjutnya, Yosua dan adiknya juga mengikuti jejak ibu mereka berkuliah di perguruan tinggi tanpa jam belajar tetap itu.

Brigadir Yosua masuk ke UT pada 2015 atau tiga tahun setelah lulus dari Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jambi. Dia mengambil jurusan ilmu hukum.

Anggota Korps Brimob itu juga ingin meneruskan kuliahnya ke jenjang S2. Nahas, Yosua menjadi korban pembunuhan berencana di rumah atasannya, Irjen Ferdy Sambo.

"Ada banyak rencana Brigadir J. Namun, semua berubah dalam sekejap," ucap Irma.

Pada kesempatan sama, Samuel Hutabarat mengapresiasi seluruh bantuan dan fasilitas yang memungkinkan Yosua menyelesaikan kuliah.

Warga Desa Suka Makmur, Kecamatan Sungai Bahar, Kabupaten Muaro Jambi, itu pun tak mampu menahan kesedihan.


"Setelah dia (Brigadir J) mendapatkan sarjananya, sayalah menggantikan almarhum (dalam wisuda, red). Sangat sedih," ujar Samuel.

Pria berdarah Batak itu teringat masa-masa membesarkan Yosua. Namun, akhirnya Yosua meninggal dunia.

Samuel mengaku sangat mencintai Polri. Dia mendorong anak-anaknya menjadi polisi.

"Anak saya almarhum itu lulus (jadi polisi) murni tanpa uang. Yang di bawahnya (adik) perempuan, Tuhan belum mengizinkan, sampai pantukhir (panitia penentu akhir)," katanya.

Namun, ada anak bungsu Samuel yang bertugas di Polda Jambi. "Kami sangat mencintai polisi. semua berkat tuhan

Samuel pun menyanyikan lagu Batak berjudul Anak Ku Naburju untuk mengenang Yosua.

"Anakku yang baik, anak kesayanganku, anakku yang berbudi," kata Samuel menjelaskan pesan dalam lagu karya Soaloon Simatupang itu. (esy/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur : M. Kusdharmadi
Reporter : Mesyia Muhammad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler