BSKDN Bekali Pengelola Keuangan Pemda Kalsel agar Nilai IPKD Terus Meningkat

Jumat, 03 Maret 2023 – 15:27 WIB
Bimbingan Teknis (Bimtek) IPKD Lingkup Provinsi, Kabupaten/Kota Se-Kalsel, di Hotel Grand Cemara Jakarta Pusat pada Kamis, 2 Maret 2023. Foto: Humas BSKDN

jpnn.com - JAKARTA –Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar acara Bimbingan Teknis (Bimtek) IPKD Lingkup Provinsi, Kabupaten/Kota Se-Kalsel, di Hotel Grand Cemara Jakarta Pusat pada Kamis, 2 Maret 2023.

Acara tersebut menghadirkan pembicara dari Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kemendagri.

BACA JUGA: Kepala BSKDN Minta Pemprov Aceh Menjaga Inovasi Daerah secara Berkesinambungan

Hadir di acara tersebut Kepala Pusat Strategi Kebijakan Pembangunan, Keuangan Daerah dan Desa BSKDN Heru Tjahyono, mewakili Kepala BSKDN Yusharto Huntoyungo.

Heru Tjahyono menjelaskan, BSKDN Kemendagri berupaya memperkuat aparatur pengelola keuangan di lingkup pemerintah daerah (pemda) di wilayah Kalsel.

BACA JUGA: Kepala BSKDN: Pemda Harus Memfasilitasi Investasi demi Tersedianya Lapangan Kerja di Daerah

Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya BSKDN Kemendagri untuk meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan termasuk meningkatkan nilai Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah (IPKD) di daerah tersebut.

Heru mengungkapkan, salah satu kendala yang kerap dihadapi pemda dalam meningkatkan nilai IPKD adalah minimnya pengetahuan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mengenai penginputan data secara benar.

BACA JUGA: Kepala BSKDN Minta Pemprov Bali Kembangkan Inovasi Frugal, Murah & Berkualitas

Oleh karenanya, kesadaran setiap OPD untuk meningkatkan kompetensi dalam pengelolaan keuangan daerah sangat diperlukan.

"Kami (BSKDN) berterima kasih sekali karena dilibatkan dalam acara ini, semoga dapat menambah pengetahuan atau memperdalam pengetahuan Bapak/Ibu sekalian mengenai input data terkait IPKD ini," tutur Heru.

Salah satu aspek yang perlu menjadi perhatian Pemda Kalsel adalah proses penginputan data IPKD.

Pasalnya, lanjut Heru, proses kesesuaian penginputan menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan hasil nilai IPKD.

Adapun penilaian IPKD dikelompokkan berdasarkan kemampuan keuangan daerah tinggi, kemampuan keuangan daerah sedang, dan kemampuan keuangan daerah rendah.

Nilai IPKD Pemda di Kalsel

Heru juga mengapresiasi tren hasil pengukuran IPKD di provinsi dan kabupaten/kota di wilayah Kalsel yang mengalami kenaikan skor pada dimensi kesesuaian dokumen perencanaan dan penganggaran.

Kenaikan skor juga terjadi pada dimensi yang berkaitan dengan pengalokasian belanja pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Kenaikan tersebut terjadi hampir di semua daerah di Kalsel.

Kendati demikian, Heru menekankan agar sinergitas antara perencanaan pembangunan daerah maupun penganggaran dan pelaksanaannya perlu terus ditingkatkan.

"Masih perlunya konsistensi dalam pemenuhan alokasi anggaran APBD yang bersifat mandatory spending, misalnya mandatory spending untuk dinas pendidikan sebesar 20 persen APBD, apakah sudah dilakukan apa belum, ini juga penting diperhatikan," ungkap Heru.

Di tempat yang sama, Kepala Balitbangda Kalsel Muhammad Amin berharap setiap peserta bimtek dapat menyimak dengan baik materi yang disampaikan narasumber.

Pihaknya merasa bersyukur karena berkesempatan memperoleh informasi langsung dari tim yang mengelola IPKD terkait dengan peningputan data dan hal lainnya mengenai IPKD.

"Harapannya bimtek ini dapat menambah wawasan kita secara umum mengenai IPKD dan juga keseragaman informasi yang sebelumnya masih beragam di lapangan atau di daerah.”

“Harapannya setelah ini kita dapat menemukan titik temu yang jelas mengenai kelengkapan dokumen-dokumen yang harus disiapkan, ketepatan waktu mengunggah, atau hal lain yang berhubungan dengan IPKD," jelas Amin. (sam/jpnn)


Redaktur & Reporter : Soetomo Samsu

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler