BTN Siapkan Sejumlah Aksi Korporasi untuk Jaga Permodalan

Sabtu, 05 Oktober 2019 – 15:31 WIB
Bank BTN. Foto dok BTN

jpnn.com, YOGYAKARTA - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) menyiapkan sejumlah rencana aksi korporasi untuk menjaga permodalan perseroan.

Adapun aksi korporasi tersebut antara lain penerbitan surat utang berupa subdebt pada akhir 2019, sekuritisasi aset, pendirian anak usaha dan rights issue pada 2020.

BACA JUGA: Pengembangan Wirausaha Properti Ikut Dongkrak Bisnis Perumahan BTN

"Kami juga akan melakukan spin off unit usaha syariah (UUS) yang akan kami sampaikan rencananya paada 2020 kepada OJK," ujar Direktur Keuangan & Treasury BTN Nixon LP Napitupulu saat Media Gathering BTN di Yogyakarta, Jumat (4/10).

Nixon mengatakan, untuk memenuhi retrospektif modal di awal 2020 direncanakan aksi permodalan melalui subdebt di 2019 sebesar Rp3-Rp5 triliun, yang dilakukan melalui junior Global Bond dan pinjaman subordinasi. 

BACA JUGA: Direktur BTN: Perbankan itu Adalah Bisnis Kepercayaan

Untuk pinjaman subordinasi direncanakan dilakukan bersama dengan PT Sarana Multigriya Finance (SMF) sebesar Rp3 triliun dengan jangka waktu 5-7 tahun.

"Action permodalan melalui subdebt diperlukan untuk melanjutkan kontribusi BTN pada Program Sejuta Rumah dan tambahan likuiditas di saat kondisi likuditas ketat perbankan masih berlanjut," jelasnya.

BACA JUGA: BTN Pastikan Seluruh Proses Bisnis Sesuai GCG

Sedangkan untuk rencana sekuritisasi aset BTN, Nixon mengaku hal tersebut merupakan alternatif sumber pembiayaan untuk meningkatkan kapasitas Bank BTN dalam pemberian kredit baru. 

Langkah ini diambil dengan mempertimbangkan isu pembiayaan saat ini yaitu jangka waktu pembiayaan yang pendek, suku bunga yang fluktuatif dan jumlah pembiayaan yang terbatas.

"Action permodalan melalui sekuritisasi aset diperlukan untuk meningkatkan kapasitas Bank BTN dalam pemberian kredit baru dan mengurangi risiko kredit, risiko likuiditas & risiko suku bunga," katanya.

Hanya saja, untuk rencana penyertaan modal masih mengalami kendala. Seperti akuisisi PNM Investment Management yang masih menunggu izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Pengambilalihan PT Sarana Papua Ventura (SPV) masih terkendala kurang kondusifnya situasi di Papua.

Sedangkan untuk penyertaan modal di bidang usaha asuransi yakni di Jiwasraya Putra masih menunggu adanya investor strategis yang akan menguasi 65% saham. 

Adapun BTN akan diberi porsi saham sekitar 20 persen, Telkomsel 13 persen dan sisanya untuk PT KAI serta Pegadian. 

"Untuk porsi BUMN kami tidak mengeluarkan modal dalam bentuk dana. Ini pun baru bisa diimplementasikan jika sudah ada kesepakatan dengan investor strategis," tandas Nixon.(chi/jpnn)


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler