BTN Syariah Manjakan Santri dengan Aplikasi Mobile Fintech Ponpes

Senin, 31 Juli 2017 – 02:48 WIB
BTN. Ilustrasi

jpnn.com, JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) menggandeng Data Aksara Matra yang mengembangkan aplikasi Mobile Fintech Ponpes.

Aplikasi tersebut memudahkan santri-santri di pondok pesantren untuk menggunakan produk keuangan syariah.

BACA JUGA: BTN Kembangkan Kemandirian Pondok Pesantren Lewat Fintech

Pemanfaatan produk aplikasi dari financial technology (fintech) itu untuk mendukung kinerja unit usaha syariah (UUS) BTN.

”Kami ingin mengembangkan dan meningkatkan kapasitas kemandirian pondok pesantren sehingga industri yang mereka kelola bisa berkembang lebih baik,” kata Direktur Utama BTN Maryono, Jumat (28/7).

BACA JUGA: Luar Biasa, Aset BTN Tembus Rp 224 Triliun

Aplikasi Mobile Fintech Ponpes telah dimanfaatkan santri dari Ponpes Ashriyyah yang memiliki 15 ribu santri, 300 pengasuh, dan 31 unit usaha.

BTN berperan sebagai pooling fund yang menyediakan produk serta jasa perbankan syariah.

BACA JUGA: Pertumbuhan Kredit BTN Ditopang Meningkatnya Kredit Perumahan

”BTN menyediakan fasilitas rekening ponsel sehingga para santri bisa melakukan registrasi pembukaan rekening, top-up saldo, dan transfer antar-rekening BTN serta bank lain,” lanjut Maryono.

Dengan aplikasi tersebut, produk BTN Syariah akan mudah diakses warga ponpes.

Misalnya, rekening gaji (payroll), giro, deposito, tabungan, serta tabungan haji dan umrah.

Selain produk tabungan, para santri dan pengajar ponpes bisa meraih pembiayaan pemilikan rumah (PPR), pembiayaan modal kerja, maupun investasi.

Dengan menggandeng ponpes, BTN Syariah juga membidik dana murah dan penyaluran pembiayaan.

Hal itu merupakan salah satu strategi BTN Syariah untuk menggapai target dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp 17 triliun serta target pembiayaan Rp 17,3 triliun tahun ini.

Pada kuartal kedua tahun ini, BTN Syariah mencatatkan kinerja positif.

Penyaluran pembiayaan mencapai Rp 15,82 triliun atau tumbuh 27,15 persen secara year-on-year (yoy).

Penghimpunan DPK pun tercatat naik 20,34 persen (yoy) menjadi Rp 15,63 triliun pada Juni 2017.

Dengan catatan positif tersebut, aset BTN Syariah tumbuh 22,33 persen (yoy) menjadi Rp 19,33 triliun.

Laba bersih unit syariah itu juga melesat 30,03 persen (yoy) dari Rp 151,3 miliar pada Juni 2016 menjadi Rp 196,72 miliar pada bulan yang sama tahun ini. (rin/c6/noe)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Semester I, Laba BTN Naik 21,95 Persen


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler