Bu Siti Nurbaya, Pak Luhut dan Pak Edhy Tanam Mangrove di Brebes

Kamis, 22 Oktober 2020 – 17:35 WIB
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan bersama dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar serta Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo saat melakukan penanaman mangrove. Foto: Elfany Kurniawan/JPNN

jpnn.com, BREBES - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan bersama dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar serta Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo melakukan penanaman mangrove di pesisir Pulau Cemara Sawo Jajar Wanasari, Brebes, Jawa Tengah, Kamis (22/10).

Kegiatan ini merupakan salah satu bagian dari kebijakan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di masa pandemi Covid-19.

BACA JUGA: Pengendalian Karhutla Berbasis Tapak, KLHK Menyerahkan Kebun Bibit Desa di Dosan

Pemerintah juga hendak menggairahkan kembali perekonomian masyarakat menengah ke bawah dengan program tersebut.

Menko Luhut mengatakan, saat ini Indonesia memiliki sekira 30 persen mangrove dunia.

BACA JUGA: Tindak Lanjut UU Cipta Kerja, KLHK Bentuk Tim Penyusun RPP

Namun, belakangan area mangrove mengalami kerusakan sehingga perlu dilakukan penanaman ulang.

“Kami targetkan penanaman 600 ribu pohon mangrove dan selesai empat tahun ke depan,” kata Menko Luhut di lokasi, Kamis.

BACA JUGA: Pandemi Corona, Penyelamatan Mangrove Taman Nasional Way Kambas Tetap Berjalan

Untuk hari ini, ada 15 ribu mangrove ditanam kembali di kawasan Pulau Cemara Sawo Jajar Wanasari.

Selain di lokasi itu, KLHK bersama dengan KKP juga menanam mangrove di kawasan lainnya dan terus berlangsung hingga empat tahun ke depan.

Menurut Luhut, upaya penanaman mangrove itu bukan tanpa alasan.

Selain memberikan dampak lingkungan, juga memberikan pemasukan yang besar dari luar negeri.

“World Bank bicara ke saya, mereka apresiasi kerja Bu Siti (Menteri KLHK) dan Pak Edhy (Menteri KKP). Sebab mangrove menghasilkan karbon kredit. Mangrove juga sangat penting mencegah abrasi ataupun rob (air pasang),” urai Ruhut.

Diketahui, kegiatan padat karya penanaman mangrove di Kabupaten Brebes tahun 2020 ini berada di lahan seluas 140 hektare.

Dalam proses penanaman, pemerintah melibatkan enam kelompok masyarakat dengan jumlah HOK (Hari Orang Kerja) sebanyak 25.382.

Secara sosial, PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional) padat karya mangrove, selain mendorong pemulihan ekonomi dan ekosistem mangrove, tujuan lain dari kegiatan ini adalah untuk membangun kepedulian masyarakat terhadap kondisi ekosistem mangrove.

Berdasarkan data statistik KLHK 2019, luas ekosistem mangrove Indonesia adalah 3.311.207 hektare yang berada di dalam dan di luar kawasan hutan.

Namun, 637.624 ha di antaranya termasuk dalam kondisi kritis dan perlu dipulihkan kondisi ekosistemnya.

Sementara itu, Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar mengatakan bahwa pihaknya memperluas cakupan kegiatan PK (padat karya) atau cash for work di 34 provinsi.

Hal itu dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi nasional melalui kegiatan penanaman mangrove senilai Rp 406,1 miliar.

“Padat Karya Penanaman Mangrove (PKM) 2020, merupakan kegiatan yang benar-benar berorientasi untuk meningkatkan kondisi ekonomi masyarakat pesisir. Kegiatan PKM ini akan melibatkan lebih dari 30 ribu orang dalam 50 hari kerja, atau bila dihitungan dengan jumlah hari orang kerja (HOK) akan mencapai lebih dari 1,5 juta HOK,” kata Menteri Siti. (cuy/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler