Bu Susi Pengin Anambas jadi Pionir Industri Perikanan dan Pariwisata Berkelanjutan

Senin, 22 Juli 2019 – 04:14 WIB
Pulau Bawah, salah satu keindahan di Kepulauan Anambas. Foto dok Kepri

jpnn.com, ANAMBAS - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti selama tiga hari melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau pada 16-18 Juli 2019.

Dalam kesempatan tersebut, Susi mengunjungi sejumlah pulau dan berdialog dengan nelayan di Pulau Siantan (17/7) dan Pulau Jemaja (18/7).

BACA JUGA: Pemerintah Ekspor Sebanyak 8,9 ton Hasil Perikanan di 5 Pelabuhan

Menurut Susi, keberadaan Kabupaten Kepulauan Anambas baik dari segi keamanan dan kehidupan masyarakatnya memiliki peran penting bagi NKRI, karena merupakan kabupaten terluar yang berbatasan dengan banyak negara.

“Di sini ada laut cina selatan yang berbatasan dengan Singapura, Vietnam, Malaysia, Tiongkok, Filipina, Thailand, sehingga memiliki titik tawar penting bagi NKRI”, ucapnya.

BACA JUGA: KKP Bersama Bakamla Tangkap 6 Kapal Asal Vietnam

BACA JUGA: Banyak Prestasi, Susi Pudjiastuti Dinilai Layak Jadi Menteri Lagi

Karena itu, Susi menaruh harapan besar kepada Anambas.

BACA JUGA: Banyak Prestasi, Susi Pudjiastuti Dinilai Layak Jadi Menteri Lagi

“Saya ingin Anambas menjadi pointer utama dan pioneer utama bagi industri perikanan dan industri pariwisata," tutur Susi.

Susi menjelaskan, ada dua hal yang diperlukan untuk mencapai harapan tersebut, yakni kenyamanan dan keindahan.

”Gunungnya harus hijau, lautnya harus biru dan banyak ikannya," ucap Susi.

Sayangnya, dalam kunjungan ke beberapa pulau, Susi menemukan banyak terumbu karang di kedalaman 2-4 meter sudah rusak akibat destructive fishing dengan cara di bom dan menggunakan pottasium (portas).

Karena itu, Susi berpesan agar pengusaha ikan hidup tidak lagi menerima hasil tangkapan dan menyuplai pottasium ataupun bahan dinamit kepada nelayan untuk menangkap ikan.

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bagaimana Kinerja Kementerian yang Dipimpin Bu Susi di Semester Pertama 2019?


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler