Buang Ego demi Janin Kembar, Mesra Lagi di Pengadilan Agama

Rabu, 26 Oktober 2016 – 03:52 WIB
Buang Ego demi Janin Kembar, Mesra Lagi di Pengadilan Agama. Ilustrasi Fajar/Radar Surabaya/JPNN.com

jpnn.com - Anak menjadi salah satu alasan utama bagi pasangan suami istri (pasutri) untuk mempertahankan mahligai rumah tangga selain faktor kecocokan dan ekonomi.

Ini pula yang dilakukan Donwori, 35, dan Karin, 32.

BACA JUGA: Sindikat Penipuan CPNS Dibongkar, Korbannya sudah Ratusan Orang

Pasangan yang tinggal di kawasan Medokan Ayu ini akhirnya kembali bersatu saat tahu Karin sudah hamil tiga bulan. 

Umi Hany Akasah - Radar Surabaya

BACA JUGA: Pangarmatim: Jamin Keamanan Pengguna Jalur Pelayaran

PASUTRI Donwori dan Karin muncul bersama-sama di Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya, Selasa (25/10).

Mereka tampak rukun dan mesra sambil bergandengan tangan.

BACA JUGA: Setelah 32 Tahun, 3 Desa ini Akhirnya Bisa Nikmati Listrik

Padahal sekitar dua minggu yang lalu, keduanya kukuh minta dipisahkan oleh hakim PA.

Usut punya usut, rupanya mereka kompak ingin menarik gugatan cerainya.

Mereka pun tampak semringah.

Bahkan, beberapa kali Donwori meminta istrinya untuk duduk tenang di ruang tunggu PA Klas 1A Surabaya sambil mengipasinya agar tidak kegerahan.

”Sudah, sampeyan ini jangan capek-capek, tunggu di sini saja. Aku saja yang mengurus semuanya,” ucap Donwori kepada Karin, sang istri.

Pemandangan romantis itu sangat jauh berbeda pada dua minggu lalu.

Waktu itu, Karin tampak kesal dengan Donwori.

Maklum, Donwori selingkuh dengan perempuan muda tetangganya.

Proses gugatan cerai pun sempat bakal dikabulkan oleh majelis hakim karena mereka sudah sepakat berpisah.

Donwori berdalih ingin mencari pasangan baru karena istrinya ternyata tidak bisa memberikan keturunan sebab ada persoalan pada rahimnya.

Namun, tudingan itu dibantah keras oleh Karin.

Bahkan, tuduhan itu akhirnya gugur setelah Karin dinyatakan hamil tiga bulan oleh dokter.

Pada sidang cerai kedua pekan lalu, majelis hakim pun menolak gugatan karena Karin menyatakan sedang dalam keadaan hamil.

Mendengar pernyataan Karin, Donwori sempat tidak percaya dengan kehamilan istrinya.

Hingga akhirnya, hari itu juga, keduanya datang ke dokter kandungan untuk periksa. Ternyata, Karin benar-benar hamil 11 minggu atau tiga bulanan.

”Saya sampai bingung waktu itu, karena pacar saya minta segera dinikahi. Tapi kalau kondisinya seperti ini (Karin jadi hamil, Red), ya tidak mungkin (cerai). Tidak mungkin meninggalkan anak yang sudah saya nantikan hampir 10 tahunan kami menikah. Alhamdulillah, kami dikaruniai anak kembar,” kata Donwori yang bekerja sebagai perawat di sebuah rumah sakit swasta itu.

Namun diakui Donwori, keputusannya mempertahankan rumah tangga tidaklah mudah.

Sebab, cewek selingkuhan yang dipacarinya selama lima bulan terakhir masih sering menerornya dengan menelepon istrinya.

Karin mengaku kalau sering mendapat teror dari pacar gelap suaminya itu.

Namun, Karin menyatakan tidak peduli dengan teror itu.

Bagi dia, yang terpenting adalah janin yang sekarang ada di dalam rahimnya.

”Ya, cerai sekarang juga tidak mungkin. Hamil kayak gini. Saya juga tidak akan egois. Nih anak dalam perut butuh kasih sayang ayahnya. Tidak mungkinlah saya menjauhkan anak dari bapaknya sendiri,” ungkap apoteker itu. (jay/JPG)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Dewi Tersungkur Tewas Dijambret, Ibunya Syok dan Meninggal


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler