Buang Sampah Sembarangan di Kota Ini, Siap-siap Dihukum Penjara

Kamis, 14 Juli 2016 – 21:57 WIB
Pembuang sampah sembarangan saat menjalani sidang di PN Batam, Jumat (27/5). Foto: icank/posmetro/RPG/jpg

jpnn.com - BATAM - Pengadilan Negeri (PN) Batam kembali akan menyidangkan tujuh warga yang tertangkap tangan membuang sampah dan membakar sampah sembarangan, Jumat (22/7) besok. 

Sidang tipiring ini merupakan kali keempat kalinya digelar dalam penegakkan Peraturan Daerah terkait sampah.

BACA JUGA: Dua Kali Mangkir, Kepala Ditpam Batam Bakal Dijemput Paksa

“Tujuh orang ini merupakan hasil sidak selama bulan ramadan kemarin,” kata Kepala Bidang Program, Aisrin, seperti dikutip dari batampos (Jawa Pos Group).

Selama menegakkan Perda sampah, Tim Yustisi sudah berhasil menangkap 22 orang pelanggar. Kebanyakan kasus masih sekitar kebiasaan masyarakat yang membuang sampah sembarangan dan membakar sampah.

BACA JUGA: Izin Lokasi Teluk Benoa Bakal Diperpanjang dengan Syarat

Sidang pertama penegakkan Perda sampah dimulai tanggal 3 Mei sebanyak tiga orang, 11 Mei sebanyak 11 orang, 10 Juni tujuh orang, dan 22 Juni nanti sebanyak tujuh orang.

Tim Yustisi yang baru dibentuk selama dua bulan ini menurutnya memang belum efektif, terbukti saat ini masih banyak sampah yang berserakan disepanjang jalan.

BACA JUGA: Tiga Kapal Nelayan Filipina Siap Dimusnahkan

“Memang belu efektif, kami juga masih berusaha,” sebutnya.

Meskipun demikian, tim yang terdiri dari berbagai instansi ini diharapkan kedepan bisa bekerja lebih optimal lagi. Kedepan dia menargetkan 20 kali operasi dalam satu bulan.

Saat ini Tim Yustisi masih bekerja secara persuasif atau menyampaikan dan memberikan pendidikan terkait larangan membuang sampah disembarang tempat.

“Kita coba edukasi dulu, tapi tergantung pelanggarannya juga, jika berat akan langsung kami tindak,” tukasnya.(cr17/ray/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Innalillahi, Pembuat Patung Ikon Surabaya Tutup Usia


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler