Buaya Ini Ngejar Orang Lagi Mandi

Sabtu, 10 Desember 2016 – 07:28 WIB
TANGKAP BUAYA. Warga mengikat buaya tak jauh dari kandang ayam milik warga Jalan Gusti Haidir, Desa Antibar, Mempawah, Kamis (9/12) malam. Foto: ARI SANDY/Rakyat Kalbar/JPNN.com

jpnn.com - MEMPAWAH – Seorang buaya sepanjang dua meter meneror warga Jalan Gusti Haidir, Desa Antibar, Mempawah Timur, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.

Bahkan, binatang buas itu sempat mengejar warga yang mandi di Sungai Mempawah, Kamis (9/12) malam.

BACA JUGA: Tak Pakai Kondom, 10 PSK Kena Denda

Deni, warga Desa Antibar, punya cerita lain. Dia melihat buaya berjalan menuju ke kandang ayam milik Asupriyatna. Padahal kandang ayam tersebut lumayan jauh dari sungai.

Deni mendatangi kediaman Asupriyatna, mengatakan ada buaya yang akan memakan ayamnya.

BACA JUGA: Pemkot Bandung Beri Sanksi Ormas Penggangu Kebaktian di Sabuga

Asupriyatna berbekal senter melihat kandang ayam di samping rumahnya.

“Saat disenter, buaya tidak ada di dekat kandang ayam, tapi bekas jejak kakinya terlihat,” ungkap Deni, 45, yang turut menangkap buaya tersebut.

BACA JUGA: Pencuri Sebatang Kayu Pinus itu Akhirnya Dilepas Polisi

Usai memeriksa kandang ayam, Asupriyatna mengecek kolong teras rumahnya.

Dia terkejut melihat buaya yang sudah menganga ketika dia senter.

“Pak Asupriyatna berteriak minta tolong. Saat itu saya berada tidak jauh dari rumahnya,” cerita Deni.

Deni dan beberapa warga mencoba menangkap buaya tersebut. Hanya bermodalkan tali tambang.

“Waktu kita tangkap, buaya itu melawan dan beringas. Tidak berlama-lama kita ikat mulut dan kakinya agar ia tidak melukai warga,” ujar Deni.

Diakuinya, ternyata benar apa yang dikatakan pekerja proyek pembangunan Komplek Dinas Perhubungan. Para pekerja mengaku dikejar buaya saat mandi di sungai.

“Isu yang kita dengar ada pekerja proyek dikejar buaya saat mandi di sungai. Itu benar adanya,” tutur Deni.

Saksi lainnya, Hendra mengatakan, kemunculan buaya di desanya merupakan kali pertama.

Sejak dulu di wilayah aliran Sungai Mempawah aman-aman saja. Warga menjadikan sungai tempat untuk mandi dan mencuci.

“Setelah ditangkap dan diamankan, akhirnya buaya kita lepaskan kembali di sungai dekat penyewaan sampan milik Pak Anwar,” ungkap Hendra.

Pantauan di lapangan pasca penemuan buaya, tidak seorangpun warga yang berani mandi dan mencuci di Sungai Mempawah.

Padahal sebelumnya di sungai itu malah dijadikan tempat anak-anak bermain sambil berenang. “Sungai di wilayah kami sudah tidak aman lagi,” kata salah seorang warga. (ari/sam/jpnn)

 

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Warga Ngamuk, Akhirnya Tanam Pohon Pisang di Tengah Jalan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler