Bukan Anggota, Pelaku Diduga Cuma Fans Berat ISIS

Senin, 29 Agustus 2016 – 23:13 WIB
Menkopolhukam Wiranto. Foto: dok jpnn

jpnn.com - JAKARTA - Menko Polhukam Wiranto mengatakan, pelaku bom bunuh diri di Gereja Katolik Santo Yoseph, Medan akhir pekan lalu, kemungkinan bukan teroris yang masuk jaringan internasional. Namun seseorang yang terobsesi dengan gerakan radikal dan gerakan terorisme internasional. 

"Hasil pendalaman sementara, dia bukan masuk jaringan internasional. Dari penggeledahan di ransel dan kosannya, memang terobsesi gerakan radikal. Karena di situ ada tulisan I Love Al Baghdadi (pemimpin ISIS)," ujar Wiranto di Hotel Arya Duta, Jakarta, Senin (29/8).

BACA JUGA: Sudah 15 Sidang, JPU Yakin Jessica Semakin Sulit Berkelit

Meski demikian, kesimpulan tersebut menurut Wiranto baru sementara. Aparat hingga kini masih terus mendalami berbagai kemungkinan dengan mengkaji fakta temuan di lapangan. 

"Ivan (terduga pelaku Ivan Armadi Hasugian,red) itu empat bersaudara dan kakaknya punya warnet. Dia sangat getol main internet," ujar Wiranto.

BACA JUGA: Pesan Zulkifli Hasan di HUT MPR Ke-71

Dari aktivitas tersebut, untuk sementara diketahui Ivan merakit bahan-bahan yang ada dengan belajar dari dunia maya. "Berdasarkan pemeriksaan, apa yang dia lakukan dan hasil penggeledahan di kosannya, memang ada rakitan atau bahan rakitan untuk bom. Tapi yang didapat dari internet, ada kawat tembaga, ada blackpowder, baterai, lampu pijar, solder, dan sebagainya," ujar Wiranto.

Bahan-bahan tersebut kata Wiranto, bisa digunakan untuk membuat bom rakitan. Bahkan terbukti, pelaku masuk ke dalam gereja dengan membawa enam batang bom ciptaannya, diisi semen dan blackpowder atau bubuk mesiu serta korek api. Namun ledakan yang diakibatkan hanya berkekuatan seperti mercon.(gir/jpnn)

BACA JUGA: Yakinlah, Indonesia Bisa Jadi Negara Penghasil Pangan Terbesar di Dunia

BACA ARTIKEL LAINNYA... Permohonan JC Disetujui, Damayanti: Terima Kasih Pimpinan KPK


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler