Bukan Kabinet Kerja tapi Kabinet Saudagar!

Selasa, 31 Maret 2015 – 14:28 WIB
Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla. Foto: dok.JPNN

jpnn.com - JAKARTA - Ekonom senior, Kwik Kian Gie, menilai kabinet pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) sesungguhnya tidak layak disebut Kabinet Kerja. Namun, lebih tepat disebut Kabinet Saudagar.

Karena faktanya, menurut Kwik, dalam mengelola kebutuhan hajat hidup orang banyak, pemerintah selalu saja mencari untung.

BACA JUGA: Masukan PKS Soal Pemblokiran Situs-situs Penyebar Radikalisme

"Sekarang pemerintah ambil untung dari transaksi impor bahan bakar minyak dan LPG. Setelah itu menyusul impor pangan dan pemerintah juga cari untung dengan cara manarik pajak impor. Itu kan Kabinet Saudagar namanya," kata Kwik Kian Gie, di press room DPR, Senayan Jakarta, Selasa (31/3).

Terjebaknya pemerintahan Jokowi jadi Kabinet saudagar menurut mantan Kepala Litbang DPP PDIP ini, disebabkan karena di belakang Jokowi-Jusuf Kalla ada sekelompok pengusaha yang dari awal memback-up Jokowi-JK saat kampanye pilpres 2014 lalu.

BACA JUGA: Berkas Dugaan Korupsi Eks Gubernur Malut Masuk Kejagung

"Jauh sebelum Jokowi-JK jadi presiden dan wapres, masa-masa kampanye pasangan ini jelas-jelas didukung oleh sembilan Taipan. Informasi tersebut tersebar demikian luasnya," ungkap Kwik.

Targetnya lanjut Kwik, jika Jokowi-JK menang, maka presiden bisa didikte oleh sembilan Taipan tadi.

BACA JUGA: Siap Serahkan Ruang Fraksi ke Kubu Ical, Apabila...

"Karena itu, saya menantang PDIP agar membantah informasi sembilan Taipan yang memback-up Jokowi-JK itu dengan sekuat-kuatnya," saran Kwik.

Kalau tudingan tersebut tidak dibantah, lanjutnya, berarti PDIP membiarkan Jokowi melanggar konstitusi. (fas/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Curiga Fadli Zon Bermain


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler