Buku Cetak di Daerah 3T Sangat Terbatas, Transformasi Perpustakaan Mendesak Dilakukan

Selasa, 29 Maret 2022 – 22:15 WIB
Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarif Bando dalam Rakornas Perpustakaan 2022. Foto: Tangkapan layar akun Perpustakaan Nasional RI di YouTube.

jpnn.com, JAKARTA - Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarif Bando mengatakan literasi memiliki kontribusi positif dalam rangka menciptakan tenaga kerja terampil, berkeahlian, kreatif, dan inovatif. 

Dia mengatakan perpustakaan berperan dalam memperkuat literasi masyarakat agar mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia (SDM), selain memberikan akses atau ketersediaan bahan bacaan bagi rakyat.

BACA JUGA: Sukses Gelar Pentas Sastra Parlemen, Perpustakaan DPR RI Tuai Apresiasi

"Perlu pengembangan kemampuan pekerja dan angkatan kerja dalam mengadopsi alat, proses, dan prosedur baru agar siap menghadapi Revolusi Industri 4.0," kata Syarif dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bidang Perpustakaan 2022 dengan tema Transformasi Perpustakaan untuk Mewujudkan Ekosistem Digital Nasional secara hibrida, Selasa (29/3).

Menurut dia, perpustakaan harus membuka peluang untuk bersinergi dengan perubahan. 

BACA JUGA: Rakornas Perpustakaan 2022 Usung Sejumlah Isu Strategis, 10 Ribu Peserta Bakal Hadir 

Perpustakaan dituntut memiliki pembangunan kapasitas, rancangan dan interaktivitas, serta perubahan pola pikir.

Syarif Bando menambahkan konsolidasi dan koordinasi antarpemangku kepentingan di bidang perpustakaan secara intens harus dilakukan sehingga sinergi antara pusat maupun daerah, maupun ekosistem digital segera diwujudkan.

BACA JUGA: Records Officer, Peluang Emas Buat Lulusan Perpustakaan

Menurutnya, transformasi perpustakaan diperlukan untuk mewujudkan ekosistem digital nasional sebagai upaya menyiasati keterbatasan buku cetak terutama di daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal), sehingga diharapkan makin memanfaatkan teknologi informasi dalam menjangkau masyarakat. 

"Kalau kita cerdas maka bisa sejahtera. Kalau sehat dan sejahtera, maka NKRI bisa utuh selamanya. Kalau kita cerdas, sejahtera dan kuat, maka kita akan menjadi bagian dari percaturan global," urai Syarif Bando.

Dia juga menggarisbawahi peran perpustakaan dalam transfer pengetahuan demi meningkatkan budaya literasi. Kemudian, berperan dalam  pemulihan ekonomi, dan berkontribusi untuk kemajuan bangsa.

“Meski pandemi Covid-19, rakornas harus tetap digelar untuk menyatukan tujuan dan program seluruh stakeholder perpustakaan di Indonesia,” pungkasnya. (esy/jpnn)

 


Redaktur : Boy
Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler