Bulan Depan, Program KTP Anak Sudah Jalan

Jumat, 12 Februari 2016 – 16:54 WIB
Tjahjo Kumolo. Foto: dok/JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA - ‎ Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengatakan, penerapan program KTP anak atau Kartu Identitas Anak (KIA) sudah harus berjalan mulai bulan depan.‎ 

Hal ini ditandai dengan mulai dikumpulkanya para Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) dari seluruh Indonesia. Agar setiap anak lahir, tidak hanya memperoleh akta kelahiran namun juga KIA.

BACA JUGA: Lihat Nih Wajah Megawati saat Anak Buah Dilantik Jokowi

‎"Ini penting bagi anak-anak untuk bisa setidaknya saat mau menabung ke bank, tidak harus pakai nama orangtua, tapi pakai nama sendiri dan yang paling penting untuk data," ujar Tjahjo, Jumat (12/2).

Menurut Tjahjo, program KIA bertujuan agar basis data kependudukan benar-benar akurat. Sehingga pelayanan yang diberikan juga nantinya bisa lebih maksimal. Intinya program ini hadir untuk keamanan dan kepentingan bagi anak-anak secara nasional.

BACA JUGA: 78 Polisi Dijemur Karena Tidak Salat, Begini Tanggapan Mabes Polri

"Ini juga menyangkut untuk mengurus kartu sehat, kartu pintar, atau pergeseran dari KIA ke e-KTP saat anak mulai beranjak dewasa," ujarnya.

Tjahjo mengaku untuk penerapan program ini, pihaknya telah terlebih dahulu melakukan pengkajian secara mendalam. Termasuk melakukan studi banding ke negara tetangga, Malaysia, yang telah lebih dahulu menerapkannya.

BACA JUGA: Honorer K2 Meninggal Lima Orang tapi...

"Malaysia itu semua terdata. Anak kecil lahir dapat akta kelahiran dan identitas anak, usia 17 tahun sudah punya e-KTP," ujarnya.

Mantan Sekjen DPP PDI Perjuangan ini juga mengatakan, program KIA akan dilakukan serentak di seluruh Indonesia. ‎Karena itu, Kemendagri akan membentuk tim guna mempercepat proses. Nantinya tim akan bekerja turun langsung dari rumah ke rumah untuk melakukan pendataan. 

Langkah ini ditempuh karena disadari untuk menggerakkan masyarakat berinisiatif meluangkan waktu datang ke kantor kelurahan untuk mengurus KIA cukup sulit. (gir/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tak Ada Honorer Meninggal saat Demo, Hanya Pusing dan Pingsan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler