BUMN Pilar Kebangkitan Ekonomi Pascapandemi

Kamis, 16 Desember 2021 – 18:49 WIB
Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PAN, Abdul Hakim Bafagih. Foto: Dok. FPAN DPR RI

jpnn.com, NGANJUK - Anggota Komisi VI DPR-RI sekaligus ketua DPD PAN Kabupaten Nganjuk Abdul Hakim Bafagih melaksanakan kembali seminar dan sosialisasi program untuk pemulihan ekonomi nasional di Kabupaten Nganjuk.

Seminar sosialisasi kali ini dilaksanakan di Balai Desa Sugih Waras, Kecamatan Ngluyu, Kabupaten Nganjuk, Kamis (16/12).

BACA JUGA: Loker BUMN Angkasa Pura I Buka, Buruan Daftar Yuk!

Anggota DPR ini menyatakan BUMN harus menjadi lokomotif sekaligus mitra dalam membangun ekonomi masyarakat.

"Pandemi COVID-19 telah memukul ekonomi masyarakat, banyak usaha hancur karena pandemi ini. Karena itu, BUMN memiliki tanggung jawab besar ikut turut serta dalam pemulihan ini," ujar dia.

BACA JUGA: Gencar Restrukturisasi, Erick Thohir Telah Pangkas 35 Perusahaan BUMN

"Hakim Bafagih akan mendorong BUMN agar terlibat aktif dalam pemulihan ekonomi masyarakat," tambahnya lagi

Jika sebelumnya BUMN terlibat dalam upaya pencegahan dan penularan virus, maka setelah pandemi ini BUMN harus menjadi pilar kebangkitan ekonomi.

BACA JUGA: Perkuat Ekonomi Umat, GP Ansor Dukung Santri Magang di BUMN

Salah satu pemulihan ekonomi yang ingin didorong oleh Abdul Hakim Bafagih adalah terkait dengan pemulihan ekonomi pertanian.

Hal ini karena peserta seminar sosialisasi ini adalah masyarakat petani di wilayah kecamatan Ngluyu, Rejoso dan Gondang.

Hal ini juga dalam rangka memenuhi janji yang pernah disampaikan oleh Abdul Hakim Bafagih saat menerima perwakilan petani dari tiga (tiga) kecamatan tersebut sebelumnya.

Abdul Hakim Bafagih memberikan respon cepat atas usulan aspirasi masyarakat petani tersebut.

Pembicara lain, Nu'man Iskandar sebagai Ketua Buruh Tani Nelayan (Brutal) menyampaikan bahwa pangan adalah kunci dalam pemulihan ekonomi.

Karena itu, konsep pembangunan pertanian yang dilaksanakan harus berbasis kedaulatan dan kemandirian.

"Ada banyak konsep pembangunan kemandirian, tapi praktiknya justru sebaliknya, justru dilaksanakan agar petani memiliki ketergantungan," ujar dia.

Nu'man Iskandar yang juga tenaga ahli anggota DPR RI ini juga menyampaikan bahwa harus ada transformasi dalam pemberdayaan petani.

Tanpa ada transformasi, pemberdayaan masyarakat adalah hanya jargon tanpa isi.

"Untuk itu, kemandirian ini yang akan menjadi ujung tombak dalam pemulihan ekonomi," kata Nu'man.

Masih dalam kesempatan yang sama, Fajar Sasora, ketua Asosiasi Kakao Indonesia (APKAI) menyampaikan budidaya kakao sebagai salah satu pilar pertanian yang bisa diharapkan.

Terlebih lagi, banyak warga di Nganjuk ini menggarap lahan Perhutani.

"Ini menjadi peluang besar dalam membangun ekonomi dibidang pertanian. Kebutuhan kakao dalam negeri sangat tinggi, pasar eksport sangat terbuka lebar," ujarnya.

Dia pun menjelaskan, ketika kakao belum berproduksi, tumbuhan itu bisa ditumpangsarikan dengan tanaman lain.

Karena itu, masyarakat tidak perlu takut gagal mendapatkan hasil pertanian pada saat awal masa tanam kakao.

"Petani tidak perlu takut jika produknya nanti tidak dibeli, asosiasi kakao Indonesia akan membeli secara keseluruhan hasil kakao dari petani. Tentu juga dengan harga yang menyejahterakan petani," ujar Fajar.

Menurutnya, ekonomi akan bangkit jika petani sejahtera. "Dan hal ini menjadi tanggung jawab kita bersama," pungkas Fajar. (dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler