Bupati Berharap Banyak Honorer K2 Daerah Terpencil Lolos

Senin, 09 Desember 2013 – 16:12 WIB

jpnn.com - MAJENE -- Bupati  Majene, Kalma Katta sangat mengharapkan tenaga honorer kategori dua (K2) yang mengabdi di Desa terpencil banyak yang lulus tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang digelar 3 November 2013.

Seperti diberitakan Fajar (Grup JPNN), Kalma mengatakan, di wilayah terpencil saat ini sangat membutuhkan kehadiran dan pelayanan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Khususnya tenaga kesehatan dan tenaga pendidik.

BACA JUGA: Nikahi Vita KDI, Supian Hadi Ditawari Jadi Artis

"Mudah-mudahan saja pengumuman hasil seleksi K2 yang rencana diumumkan 17 Desember 2013 mendatang sesuai harapan kita," ucap Bupati dua periode ini.

Kalma menilai, kehadiran PNS di desa terpencil sangat membantu dan menguntungkan masyarakat terpencil. PNS yang dari jalur K2, kata dia, tentu akan lebih betah sebab sudah terbiasa dengan lokasi kerjanya.

BACA JUGA: Penghulu Jatim Mogok, Gubernur Surati Menag

"Kami akui jika selama ini kita kesulitan menempatkan PNS ke wilayah terpencil. Itu disebabkan banyak faktor. Maka itu melalui proses ujian ini kami sangat mengharapkan banyak honorer K2 asal daerah terpencil yang lulus," harapnya.

Harapan Bupati Majene tampaknya seiring impian Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Majene yang sebelumnya banyak mengkritisi masalah kekurangan PNS diwilayah terpencil.

BACA JUGA: Proyek Teluk Lamong 68,14 Persen

Kondisi demikian menjadi sorotan warga dan DPRD sebab menyebabkan beberapa fasilitas pemerintah di daerah terpencil tidak berfungsi.

"Saya sangat prihatin dengan kondisi seperti ini. Sebab selain lokasinya yang cukup jauh dari kota kecamatan, akses pelayanan di desa terpencil belum berfungsi maksimal," ujar Hasriadi, anggota DPRD Majene.

Kejadian tersebut dicontohkan Hasriadi telah terjadi di Desa Panggalo, Kecamatan Ulumanda. Desa tersebut katanya sangat terpencil dan berbatasan dengan kabupaten lain.

Dia menjelaskan, ketika DPRD berkunjung di daerah tersebut, menemukan Pustu kosong dan ada juga Sekolah Dasar (SD) yang diliburkan setiap hari Sabtu. "Sekolah itu libur karena tidak ada guru yang datang pada hari itu," beber Hasriadi.

Bahkan, lanjutnya, Pustu dan SD tersebut tidak menaikkan bendera merah putih. Padahal bendera merupakan simbol bahwa fasilitas tersebut adalah milik pemerintah. (kdr/bas)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bandara Curug Butuh Tambah Runway 300 Meter


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler