Bursa Masih Dibayangi Ekonomi Global yang Rentan

Rabu, 15 Oktober 2014 – 18:01 WIB

jpnn.com - JAKARTA – Kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berlanjut. Pada penutupan perdagangan sore ini (15/10), IHSG menguat cukup signifikan mencapai 40,358 poin (0,82 persen) menjadi 4.962,940 dan indeks LQ45 naik 7,769 poin (0,93 persen) menjadi 839,113.

Frekuensi transaksi perdagangan reguler (belum termasuk post trading) hari ini mencapai 237.392 kali dengan volume 3,231 miliar saham atau setara Rp 4,737 triliun. Sebanyak 180 saham naik, 141 saham turun, dan selebihnya stagnan.

BACA JUGA: Pasar Menunggu Jajaran Kabinet Baru

Saham-saham yang mengalami kenaikan nilai tertinggi (top gainers) antara lain, Renuka Coalindo (SQBI) naik 6.000 (1,83 persen) ke level 333.000. Delta Djakarta (DLTA) naik 5.000 (1,23 persen) ke level 410.000. Gudang Garam (GGRM) naik 1.525 (2,68 persen) ke level 58.325. Elang Mahkota (EMTK) turun 1.100 (18,33 persen) ke level 7.100.

Sebaliknya, saham-saham mengalami penurunan nilai paling turun (top losers) turun 85.000 (6,14 persen) menjadi 1.300.000. Indo Tambangraya (ITMG) turun 2.600 (11,66 persen) menjadi 19.700. Astra Agro (AALI) turun 975 (4,47 persen) menjadi 20.825. United Tractors (UNTR) turun 800 (4,44 persen) menjadi 17.200.

BACA JUGA: FSRU Lampung Segera Terima Pasokan LNG

Tim Riset PT Valbury Asia Securities menyebut proyeksi perlambatan ekonomi global oleh Dana Moneter Internasional (IMF) mengakibatkan kepercayaan investor turun. Pasar kehilangan optimisme. Selain itu, rencana kebijakan suku bunga acuan AS (Fed rate) yang belum jelas juga menyebabkan pasar menjadi gamang.

Pejabat The Fed menyatakan kebijakan kenaikan suku bunga bisa ditunda jika pertumbuhan ekonomi melambat. Akibatnya bursa saham Asia tertekan dan mata uang Asia secara umum melemah terhadap US dolar (USD). Perlambatan ekonomi global itu antara lain ditunjukkan oleh melambatnya laju inflasi beberapa negara.

BACA JUGA: Dirut Garuda Indonesia Raih APAC Airline Executive of The Year 2014

Survei Bloomberg menunjukkan bahwa retail sales AS bulan September 2014 lebih rendah dari periode sebelumnya. Ekonom memproyeksikan inflasi Tiongkok bulan September 1,7 persen dibandingkan 2 persen pada Agustus 2014.(gen/dio

BACA ARTIKEL LAINNYA... 25 Perusahaan Tambang Belum Sepakat Renegosiasi


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler