Buru DPO MIT, Satgas Madago Raya Memperpanjang Operasi, 1.500 Personel Terlibat 

Jumat, 01 Oktober 2021 – 14:24 WIB
Polisi menunjukkan foto empat orang sisa DPO teroris anggota Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso di Mapolda Sulteng di Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (22/9/2021). Setelah pimpinan MIT Poso Ali Ahmad alias Ali Kalora ditembak mati, kepolisian merilis kembali sisa DPO Teroris anggota MIT Poso sebanyak empat orang yakni Askar alias Jaid alias Pak Guru, Nae alias Galuh alias Mukhlas, Ahmad Gazali alias Ahmad Panjang, dan Suhardin alias Pranata. ANTARA FOTO/Basri Marzuki/aww.

jpnn.com, PALU - Operasi Madago Raya yang dilakukan personel gabungan TNI dan Polri di Sulawesi Tengah (Sulteng) diperpanjang. 

Operasi pengejaran terhadap daftar pencarian orang (DPO) Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso, Sulteng, diperpanjang hingga akhir Desember 2021. 

BACA JUGA: Ali Kalora Sudah Tewas, TNI Buru 4 DPO Teroris MIT di Poso

"Sebagaimana diketahui operasi dilaksanakan setiap tiga bulan," ungkap Kasatgas Humas Operasi Madago Raya Kombes Pol Didik Supranoto, Jumat.

Operasi tersebut kini telah memasuki tahap keempat pada tahun 2021.

BACA JUGA: Ali Kalora Mati, MIT Masih Punya 4 Anggota, Ini Tampang Mereka

Perwira menengah Polri itu menjelaskan operasi yang diperpanjang ini telah dimulai sejak 1 Oktober hingga akhir Desember 2021. 

Dia menegaskan bahwa dalam operasi ini tidak ada penambahan personel TNI maupun Polri. 

BACA JUGA: Satgas Madago Raya Tembak Mati Pimpinan Teroris Poso Ali Kalora

"Belum ada penambahan personel, sedangkan personel yang terlibat di Madago Raya sekitar 1.500," kata Didik.

Tim Satgas Madago Raya yang terbagi beberapa kelompok masih terus melakukan tugas dan fungsinya menanggulangi permasalahan terorisme yang terjadi di wilayah tersebut.

"Kemudian tim tetap melakukan kegiatan sesuai dengan job-nya,” ungkap Didik.

Dia menjelaskan Tim Kejar melakukan pengejaran. 

Tim Sekat, melakukan penyekatan agar mereka (DPO) tidak bisa turun, dan simpatisan tidak bisa naik memberikan bantuan. 

“Tim lain memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak terpengaruh dengan ajakan untuk melakukan tindak radikalisme,” tutur Didik.

Hingga kini masih ada 4 orang sisa DPO MIT Poso pascatewasnya Ali Kalora dan Jaka Ramadhan. 

Mereka adalah Askar alias Jaid alias Pak Guru, Muhklas alias Galuh alias Nae, Ahmad Gazali alias Ahmad Panjang, dan Suhardin alias Hasan Pranata.

TNI dan Polri menyerukan kepada 4 DPO itu untuk segera menyerahkan diri dan mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler