Cak Imin Sebut Banyak yang Akali Anggaran 20 Persen untuk Pendidikan

Rabu, 07 Februari 2024 – 13:30 WIB
Cawapres nomor urut 1 Muhaimin Iskandar atau Cak Imin di Banyuwangi, Jawa Timur. Foto: Kenny Kurnia Putra/jpnn.com

jpnn.com, BANYUWANGI - Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 1 Muhaimin Iskandar alias Cak Imin menyatakan anggaran yang digelontorkan untuk pendidikan di Indonesia masih banyak yang disiasati.

“Namun, 20 persen itu masih banyak disiasati. Kalau mau jujur belum berlaku 20 persen. Karena 20 persen itu dititipkan di sana dititipkan di situ, yang penting kalau dihitung tetap 20 persen,” kata Cak Imin saat berdialog dengan ratusan guru madrasah di Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (7/2).

BACA JUGA: Cak Imin Ingin Menteri Keuangan dari Madrasah

Cak Imin mengatakan sebagian anggaran ini juga digelontorkan di beberapa kementerian.

Salah satunya Kementerian Pertahanan untuk pengelolaan institusi pendidikan, salah satunya Universitas Pertahanan.

BACA JUGA: Pembunuhan Satu Keluarga Terdiri 5 Orang, Pelaku Berusia 17 Tahun

“Malah, (anggaran) dititipkan di Kementerian Pertahanan ada, di BIN ada, karena di sana ada universitas,” lanjutnya.

Dia menilai alokasi ini masih harus dievaluasi, karena anggaran 20 persen dari APBN nyatanya tidak seluruhnya bisa diserap secara menyeluruh oleh tenaga pendidikan hingga anak bangsa.

BACA JUGA: Pengamat Sebut Gibran Pertontonkan Atraksi Gimmick yang Tidak Patut dalam Debat

Cak Imin melihat masih banyak ketimpangan khususnya kesejahteraan tenaga pengajar.

“Harus evaluasi semua. Tujuan utama 20 persen itu adalah untuk seluruh anak-anak bangsa, bukan untuk segelintir model-model sekolah tertentu,” katanya.

“Nanti dimurnikan lagi, betul-betul 20 persen itu untuk pendidikan. Bukan hanya fungsi pendidikan, tetapi untuk pendidikan. Karena beberapa kategorinya fungsi pendidikan, tentu dari penyisiran anggaran, beberapa sisa anggara yang tidak efektif kita alokasikan pada guru,” kata Cak Imin. (mcr8/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ganjar Berjongkok di Depan Tunanetra, Hal Tak Terduga Terjadi


Redaktur : Rah Mahatma Sakti
Reporter : Kenny Kurnia Putra

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler