Calon PDIP Dituding Curang di Pemilukada Wakatobi

Rabu, 30 Maret 2011 – 21:34 WIB

WANGIWANGI - Penghitungan cepat Indo Barometer yang menempatkan pasangan yang diusung PDIP, Hugua-Arhawi (Surgawi) menjadi pemenang Pilkada Wakatobi sudah tersebar luas di daerah ituTentu saja, para pesaing pasangan ini tidak menerima keunggulan tersebut karena dinilai ada kecurangan tersistematis yang dilakukan pasangan nomor 5 itu hingga bias meraup suara banyak saat pemungutan suara.

Ediarto Rusmin, calon bupati Wakatobi mengungkapkan, keunggulan Surgawi penuh kecurangan, mulai dari intimidasi yang melibatkan pejabat daerah lingkup Pemkab Wakatobi, kemudian money politic dan penggelembungan suara di sejumlah TPS

BACA JUGA: Dualisme DPW Gorontalo, DPP PPP Minta Klarifikasi

Pihak Ediarto akan melakukan proses hukum, sembari mengumpulkan data, karena saat ini masyarakat terus melaporkan kecurangan itu, berikut barang buktinya.

"Masyarakat yang menemukan pelanggaran itu, sudah membuat pernyataan mengenai pelanggaran itu
Kami akan menggugat secara hukum, atas pelanggaran SURGAWI," kata Ediarto saat ditemui di Posko Pemenangannya di Kelurahan Mandati

BACA JUGA: Ketua DPR Tantang Penentang Gedung Baru



Apa yang disampaikan Ediarto juga senada dengan calon bupati Wakatobi lainnya, La Ode Bawangi
Dua hari lalu, ia berkeliling Pulau Wanci memimpin massanya melakukan pawai

BACA JUGA: DPD Usul Usia Kepala Daerah Jogja Maksimal 80 Tahun

Ia pun menyampaikan keberatannya atas hasil Pilkada Wakatobi yang dianggapnya penuh dengan kecurangan yang vulgar

Bukti kecurangan itu sudah ditemukan, seperti penggelembungan suara, dengan modus nama-nama pemilih yang digandakan untuk memilih SURGAWIKemudian, intimidasi dan money politic"Itu dilakukan merata di Wakatobi, sehingga tidak ada alasan untuk mengelak atas kecurangan ituTim Advokasi kami sudah bekerja, untuk seterusnya pelanggaran ini akan kami teruskan sampai di Mahkamah Konstitusi," pungkasnya.

Cerita soal kecurangan ini diperoleh lebih detail Kendari Pos (Group JPNN) dari La Moane Sabara, Sekretaris Tim Pemenangan pasangan Ediarto Rusmin-Hasimin (ESHA)Katanya, ada pelanggaran serius oleh pasangan Surgawi dan semuanya lengkap dengan data yang valid

Pelanggaran itu antara lain, money politic dengan bukti lampiran surat pernyataan yang ditandatangani bermaterai 6000 dan tercantum nama-nama yang mengedarkan uang serta yang menerimaJumlah yang mengaku mendapat uang dari tim SURGAWI, untuk sementara baru 18 orangSelain itu, ada juga bukti penggelembungan suaraSaat ini, sementara diteliti yang terjadi di Kaledupa dengan jumlah cukup besar.

Kemenangan SURGAWI sementara ini katanya, terindikasi dengan tiga kecurangan, yakni money politic, penggelembungan suara dan intimidasi secara terstruktur"Masalah intimidasi terdapat di beberapa titik, ada tenaga honorer yang langsung dipecat, karena disaat melakukan sosialisasi dan pada saat kampanye SURGAWI mereka tidak hadir," terangnya

Mengenai pengelembungan suara di Kaledupa lanjutnya, terdapat kurang lebih tujuh ribuDPT Kaledupa adalah 14.024 "suara, namun data wajib pilih yang sudah masuk berdasarkan tabulasi data Tim ESHA sebanyak 18.034"Data itu belum termasuk data dari 4 TPS yang belum direkap dan jika direkap, diperkirakan jumlah penggelembungan suara akan semakin besar," katanya.

Sementara, Tim LABA melalui La Ode Usman Baga mengatakan, pihaknya juga menemukan sejumlah pelanggaran dan sudah dilaporkan ke polisi karena masuk kategori tindak pidana"Kami akan membeberkan kasus pelanggaran hukum yang ada secara terbuka, setelah selesai melaporkan semua kasus pelanggaran itu ke KepolisianKami sudah melaporkan beberapa kasus pelanggaran Pilkada ini ke Polres, tapi belum semuanyaKami sementara melengkapi data-data pelanggaran yang kami temukan," tandasnya.(cr1/abi)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Sukmawati Masih Enggan Bicarakan Capres


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler