Capres Bule: Perusakan Baliho Ancaman Teror Serius

Senin, 04 Juni 2018 – 18:42 WIB
Sam Aliano saat diwawancarai awak media di kantornya, kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Foto: Djainab Natalia Saroh/jpnn

jpnn.com, JAKARTA - Pengusaha Sam Aliano menduga teror perusakan baliho pencalonannya sebagai presiden 2019 di Buncit dan Pancoran, Jakarta Selatan, ada kaitan dengan keberhasilannya membuat sistem aplikasi pendaftaran umrah gratis kepada masyarakat.

Menurut Sam Aliano, perusakan ini merupakan ancaman teror dari pihak-pihak tertentu yang takut dengan berbagai program dan inovasi yang dibuatnya.

BACA JUGA: Dua Baliho Nyentriknya Dirusak, Begini Reaksi Sam Aliano

"Ini ancaman teror dari kubu-kubu politik (tertentu) karena saya berhasil membuat sistem aplikasi pendaftaran umrah gratis yaitu Presiden Umrah. Presiden Umrah ini bisa di-download dari play store," kata Sam Aliano, Senin (4/6).

Ketua Asosiasi Pengusaha Muda Indonesia (APMI) ini mengatakan, mereka takut jika dirinya bisa membuktikan bahwa program yang dijanjikan kepada masyarakat telah tersedia.

BACA JUGA: Capres Bule Meradang Gegara Dua Balihonya Hilang

Bahkan, ujar dia, saat ini masyarakat sudah mulai bisa mendaftar umrah gratis di aplikasi Presiden Umrah.

“Mereka khawatir atas kahadiran aplikasi pendaftaran itu yang akan mudah menarik simpatik rakyat,” ungkap Sam lagi.

BACA JUGA: Sam Aliano Janjikan Umrah Gratis untuk Korban First Travel

Dia juga mengatakan, perusakan baliho tersebut sudah masuk ranah kriminal. Sam menegaskan pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya yang melanggar hukum tersebut.

Karena itu, berdasarkan pertimbangan tersebut Sam akan melapor ke kepolisian supaya mengungkap siapa yang merusak dan apa motifnya melakukan perusakan.

"Saya ancam akan melaporkan pelaku perusak baliho hari Selasa setelah sebelumnya saya beri waktu 2 x 24 jam untuk pelaku menyerahkan diri. Saya harap pelaku segara tangkap dan mengaku suruhan siapa,” tuntasnya. (boy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pasang Baliho Nyentrik, Sam Aliano: Boleh dong Berdoa


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler