JAKARTA - PT Carrefour Indonesia membuktikan diri sebagai korporasi yang berorientasi lingkunganItu dilakukan dengan target utama menekan konsumsi energi per meter persegi area gerai Carrefour di bawah 30 persen pada 2010 dibanding 2004
BACA JUGA: Mustofa Setuju PLN Impor Batubara
Makanya, seluruh aktivitas dan operasional perusahaan dari awal hingga akhir diatur secara ketat untuk menurunkan efek rumah kaca.”Komitmen Carrefour adalah ramah lingkungan
BACA JUGA: HM Sampoerna Tak Terpengaruh Larangan Pemerintah
Maklum, sepanjang 24 jam pemakaian energi hampir 90 persen tersedot oleh daya listrik
BACA JUGA: PP Garap Proyek Rp 134 Miliar
Sementara 10 persen sisa energi terserap untuk peneranganFakta tersebut mendorong manajemen melakukan skema penghematan dengan pengaturan sedemikian rupaBeberapa di antaranya melalui pemilihan pemasok untuk mencari energi terkecilMencegah dan menghindari produk-produk minyak sawit yang mengandung konversi utang paling minimalCarrefour juga berperan aktif dalam upaya pengembangan kelapa sawit yang lestariItu dibuktikan dengan duduk bareng dalam Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO)”Untuk distribusi, misalnya, kita pakai truk berbahan bakar dieselKetika melakukan pengiriman kita pakai truk besar dan tidak membiarkan truk kembali dalam keadaan kosong,” imbuh Faisal
Di samping itu, ada pula skema menjaga konsumsi listrikCaranya adalah dengan memasang alat pendeteksi peneranganDi mana 10 persen konsumsi listrik untuk penerangan 3 persen disumbang dari cahaya matahariDengan skenario tersebut, maka penggunaan energy bisa ditekanBahkan kalau dalam ruangan sedang tidak ada kepentingan listrik dipastikan dalam keadaan mati”Itu berlaku untuk semuaRuang presdir pun lampunya juga dimatikan kalau mau keluar,” ujarnya
Selain itu, untuk setiap toko dilakukan optimalisasi penggunaan refrigeratorPendingin ruangan diusahakan tetap tertutupAC disesuaikan dengan kondisi yang adaItu tergantung dengan situasi dan kondisi yang ada”Dengan beberapa cara itu , Carrefour sukses melakukan penghematan Rp 2 miliar per tahun,” jelasnya
Selanjutnya adalah melakukan edukasi para konsumenEdukasi tersebut dengan mengajak dan mendorong konsumen membeli dan menggunakan produk yang ramah lingkunganDan, Carrefour sendiri telah menjadi pelopor dalam penggunaan plastik ramah lingkungan dan bisa dimakan oleh bakteri”Atas inisiatif ini, Carrefour mendapat award dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sebagai pelopor penggunaan kantong Belanja Ramah Lingkungan pertengahan Juni 2010 lalu,” pungkas Firdaus(far)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Investasi Pabrik Rp 55 Miliar
Redaktur : Tim Redaksi