Cegah Kejahatan Digital terhadap Anak Disabilitas, Ortu Harus Lakukan Ini

Jumat, 11 Agustus 2023 – 22:13 WIB
Literasi digital inklusi untuk disabilitas di Aula SLB Negeri 1 Makassar baru-baru ini. Foto dok. Kemenkominfo

jpnn.com, JAKARTA - Perkembangan teknologi tak luput dari kehadiran kejahatan digital di dalamnya. Ini menjadi tantangan bagi anak-anak khususnya disabilitas intelektual.

Oleh karena itu, diperlukan peran penting dari orang tua dalam mengawasi dan mendampingi anak-anak mereka dalam mengeksplor dunia digital.

BACA JUGA: Gandeng Komsos KWI dan KAM, Kominfo Gelar Seminar Literasi Digital untuk Pengguna Medsos

"Tugas orang tua dan caregiver di sini tidak hanya mengenalkan ruang digital kepada anak, tetapi juga bisa mengeluarkan ide-ide kreatif lewat teknologi agar mereka bisa menggunakan teknologi digital dengan positif, terhindar dari kejahatan digital," terang Kepala Sekolah SLB 1 Negeri Makassar Andi Hamjan pada acara Literasi Digital Inklusi untuk Disabilitas di Aula SLB Negeri 1 Makassar baru-baru ini.

Andi menjelaskan tanpa pendampingan yang ketat dari orang tua tentang bagaimana mengakses informasi yang ada di ruang digital, anak-anak disabilitas tidak akan mengerti sisi positif dan negatif dari teknologi digital.

BACA JUGA: KKN Literasi Digital Menyasar Seluruh Sekolah di Wilayah Magelang 

Pada kesempatan sama, Rizky Ardi Nugroho selaku Co-Founder Paebrik Soeara Rakjat menyampaikan bahwa orang tua harus mengantisipasi tindak kejahatan digital yang berpotensi menyerang anak-anak disabilitas dalam penggunaan teknologi digital.

"Ini tentang bagaimana melindungi aset-aset digital kita, bagaimana sih anak-anak kita bisa meningkatkan keamanan digital mereka," ujarnya.

BACA JUGA: Literasi Digital Menangkal Hoaks di Masa-Masa Tahun Politik 

Agar bisa meningkatkan keamanan digital tersebut, Rizky menyarankan para orang tua dari anak-anak disabilitas untuk bisa mengamankan perangkat dan identitas digital, mewaspadai modus penipuan digital, dan memahami rekam jejak digital mereka.

Ananda Zhafira, psikolog dari Bermakna Psychological Center menjelaskan ada beberapa hal yang menjadi risiko bagi anak-anak disabilitas saat berada di ruang digital.

Dia menyebutkan orang tua harus meningkatkan kesadaran diri maupun anaknya untuk bisa menghindari risiko dari dampak negatif dalam privasi data pribadi di dunia digital.

"Jadi, ajarkan anak-anak tentang pentingnya menjaga keamanan dan privasi digital, kami juga bisa mengawasi secara terus-menerus dan mendampingi anak saat sedang menggunakan teknologi digital,” tuturnya.

Kegiatan Literasi Digital Inklusi Disabilitas di Makassar merupakan salah satu rangkaian kegiatan Indonesia Makin Cakap Digital (IMCD) 2023. Acara dihadiri oleh 100 peserta yang terdiri dari orang tua atau keluarga dan siswa-siswi SLB Negeri 1 Makassar.

Kegiatan itu sendiri bertujuan melatih para disabilitas, keluarga dan pendamping menjadi cakap digital, memfasilitasi para disabilitas dan sistem pendukung untuk menjangkau layanan publik yang tersedia secara digital.

Lalu, membantu disabilitas dan sistem pendukungnya mengakses teknologi melalui perangkat yang dimiliki, memperoleh rekomendasi untuk pengembangan program cakap digital yang ramah disabilitas.

Juga mewujudkan 4 pilar literasi digital yang mencakup etika digital, budaya digital, keterampilan digital, dan keamanan digital. (esy/jpnn)


Redaktur : Djainab Natalia Saroh
Reporter : Mesyia Muhammad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler